2 Sekolah di Pinggiran Samarinda Ini Diizinkan Tatap Muka

Keputusan Walikota Samarinda, Syaharie Jaang yang beberapa waktu lalu telah menunda pembelajaran tatap muka melihat kondisi persentasi angka kasus penularan Covid-19 di Samarinda cenderung naik turun, dikecualikan khusus di daerah Berambai.

Seperti diketahui pembelajaran tatap muka antara guru dan murid diganti dengan pembelajaran secara daring.

Implementasi pembelajaran jarak jauh antara guru dan siswa dengan memanfaatkan jaringan internet terkadang memunculkan masalah tersendiri bagi tenaga pengajar dan peserta didik yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan jaringan internet.

Seperti yang dialami SDN 22 dan SMPN 42 Sempaja Utara Berambai.

Dua sekolah tersebut tidak bisa menggelar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dikarenakan daerah dengan keterbatasan jaringan internet.

“Saya sudah minta kepada Dinas Kominfo untuk membantu alat penguat jaringan di daerah ini dan juga kepada Dinas Pendidikan untuk mengizinkan belajar tatap muka. Karena murid-muridnya hanya yang tinggal di daerah sini saja,” ungkap Jaang saat melakukan kunjungan, Kamis (07/01/2020).

Jadi tidak menutup kemungkinan pola belajar tatap muka di sekolah hanya bisa dilakukan pada sekolah di kawasan luar Kota Samarinda.

“Tetapi juga dengan mempertimbangan berbagai hal seperti protokol kesehatan sekolah dan tinggal gurunya dimana dulu. Kalau di zona rawan kita rekomendasi untuk swab antigen dulu sebelum mengajar,“ pintanya.

Jaang juga tak lupa memastikan air wastafel mengalir dengan deras karena menurutnya ini bagian terpenting dalam pencegahan Covid-19.

Intinya sambung Walikota, keputusan ini diambil bersama-sama bukan karena izin Walikota melainkan Dinas Pendidikan yang juga ikut andil dengan mengedepankan kesehatan dan keselamatan pelajar di Samarinda. (kmf-smd)

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda