3 Napi Balikpapan Raup Puluhan Juta dari Booking Online, Ternyata Begini Modusnya

Berada di dalam penjara rupanya tetap bisa membuat beberapa narapidana leluasa menjalankan aksi kriminal.

Contohnya, ada tiga napi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Balikpapan yang sampai berhasil melakukan penipuan secara online.

Bahkan kawanan ini membuat website untuk menjebak mangsa.

Beruntung, kasusnya berhasil diungkap polisi usai sejumlah korban melapor.

Situs yang dibuat para pelaku memanfaatkan salah satu hotel ternama di Kabupaten Sidoarjo.

Makanya, perkara ini pun ditangani oleh kepolisian di wilayah Jawa Timur itu.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo menjelaskan, pelakunya yakni Andi Muhammad Mukhlis (29), Muhammad Yasir (23) dan Rachman Rachim (31).

Ketiganya merupakan napi kasus narkoba.

“Korban membuka situs salah satu hotel di Sidoarjo. Mereka memesan bahkan sempat menelepon nomor telepon yang tertera dan mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening yang juga tertera di situs tersebut,” katanya, Jum’at (12/04/2019).

Pihaknya kemudian melakukan penyelidikan dan akhirnya terpecahkan bahwa para pelaku berada di dalam Lapas Kelas A Balikpapan.

“Kita juga langsung ke sana untuk menginterogasi dan saat kita geledah, kita temukan handphone dan simcardnya masih di dalam,” ungkap Harris.

Karena masih dalam masa hukuman, pihaknya bakal memprosesnya kembali setelah para pelaku keluar dari Lapas Balikpapan.

“Saat ini kami masih kordinasi dengan pihak terkait sambil mengumpulkan bukti-bukti,” jelas dia.

Harris mengungkapkan, para pelaku memiliki peran masing-masing. Rachman Rachim sebagai otak yang membuat situs, kemudian Muhammad Yasir bertugas sebagai operator dalam penipuan tersebut.

Sedangkan Andi Muhammad Mukhlis bertugas sebagai pengelola ATM.

Untuk meyakinkan customer-nya, situs tersebut mencatumkan nomor handphone untuk booking, rekening CIMB Niaga serta foto-foto yang diambil dari situs aslinya.

“Para pelaku ini sebelumnya tidak pernah ke Sidoarjo. Dia tahu nama hotel tersebut hanya dari situs aslinya,” tukas Harris.

Para korbannya pun banyak, baik dari wilayah Sidoarjo, Surabaya dan Jakarta.

Bahkan dari petugas kementerian ada yang berniat membuat acara di hotel tersebut.

“Kerugian para korban kalau dihitung mencapai Rp 27 sampai Rp 30 juta. Hasilnya mereka gunakan belanja online dan judi online,” bebernya.

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *