39 Pejabat Pemkot Samarinda Dilantik, Harus Bisa Lebih Kreatif

Pemkot Samarinda kembali melakukan reposisi jabatan. Reposisi ini sebelumnya sudah pernah dilakukan September lalu. Namun kini posisi jabatan tersebut kembali dikocok ulang lantaran instruksi Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.

Totalnya ada 39 jabatan yang akan diisi oleh pejabat setingkat eselon II. Meski demikian dalam rotasi kali ini ada beberapa kepala SKPD yang tidak diganti posisinya. Didampingi istri, para pejabat eselon II ini dilantik oleh Wakil Wali Kota, Nusyirwan Ismail menggantikan Wali Kota, Syaharie Jaang karena sedang berada di luar kota.

Acara berlangsung singkat, dimulai sekitar pukul 08.00 Wita hingga selesainya sekitar pukul 11.00 Wita di Rumah Jabatan Wali Kota, Jalan S Parman, Jumat (30/12/2016). Usai melantik, Nusyirwan mengatakan, reposisi ini harusnya menjadi loncatan baru bagi birokrasi di lingkungan pemkot agar semakin melaju gerak pembangunannya.

Sebab sejauh ini banyak program prioritas yang belum tuntas, sehingga perlu ada tanggung jawab besar bagi setiap pejabat terpilih untuk memimpin SKPD terkait. “Ya agar semua Kepala Dinas (Kadis) terpilih bisa lebih kreatif,” ujarnya.

Menurutnya, dari semua proses seleksi hingga keputusan mendudukan semua kepala dinas sudah mengikuti prosedur. Bahkan proses seleksi ini juga melibatkan Komisi Aparatus Sipil Negara (ASN).

“Pejabat yang menduduki jabatan ini sudah mendapat persetujuan dari Komisi ASN lewat proses seleksi. Artinya syaratnya terpenuhi dari kinerja, track record, hingga kapasitas yang mumpuni. Jadi saya rasa proses ini sudah baik. Kalaupun ada syarat yang tidak terpenuhi, jelas tidak terangkat,” urainya.

Selain itu, dia juga mengatakan dari sisi waktu juga tidak melampui batas akhir tahun ini, sebelum anggaran 2017 dimulai jadi tidak masalah. Selain itu dari proses administarsi juga sudah beres, seperti penyusunan Perda, Perwali hingga surat keputusan (SK) wali kota sudah selesai.

Namun, lanjut dia ada beberapa pejabat yang belum defenitif karena persyaratannya belum lengkap. “Sehingga kita tunggu dulu persetujuan dari ASN,” imbuhnya. Dia menambahkan di tengah kondisi keuangan yang lemah, kepala dinas terpilih harus lebih kreatif.

Agar setiap SKPD yang dipimpinnya punya program unggulan, namun harus sejalan dengan program prioritas pemkot Samarinda. Kadis juga harusnya bisa menerjemahkan RPJMD kedalam program prioritasnya. “Pembangunan harusnya uang mengikuti program. Sehingga pembagian anggaran ke SKPD harus sesuai program,” kata orang nomor dua Samarinda ini.

Sementara itu Syaharie Jaang yang tidak hadir dalam pelantikan ini, tetap memberi arahan lewat testimoninya. Video arahannya diputar dihadapan para pejabat ini. Dalam videonya, Jaang mengatakan jabatan yang diberikan adalah amanah. Sehingga perlu bersyukur dan bertanggung jawab atas amanah ini. Selain itu, dia pun berpesan agar para istri yang mendampingi suaminya selalu mengingatkan akan kerja dan jabatan yang diembannya.

“Utamakan dengan kepentingan umum. Tinggalkan kepentingan golongan dan pribadi. Jalankan tugas sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jangan sampai terjadi pelanggaran hukum,” pesannya. (*)

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *