Ada yang Mainkan Gas 3 Kg, Pemkot Samarinda Bakal Atasi Seperti Bawang Putih

Gebrakan Pemkot Samarinda sukses mengatasi menggilanya harga bawang putih.

Sempat menyentuh angka Rp140 ribu, kini di pasaran sudah turun hingga Rp45 ribu bahkan ada yang menjual Rp35 ribu per kilogram di salah satu swalayan.

Nah, kali ini Wali Kota Syaharie Jaang dan jajaran kembali akan menerapkan strategi yang sama untuk mengatasi kelangkaan dan mahalnya tabung gas LPG melon alias 3 kg bersubsidi.

Hal yang sama juga akan kita lakukan dengan gas LPG yang juga bermasalah,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Sugeng Chairuddin ketika mengawali Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) triwulan I tahun 2019 di aula Rumah Jabatan Wali Kota, Senin 13 Mei 2019, sebagaimana rilis resmi Pemkot.

Ia kemudian menyinggung kembali soal operasi pasar di beberapa pasar dengan melempar 16 ton bawang putih, tapi setelah dua hari malah menghilang.

“Ini jelas spekulan,” tegas Sugeng.

Begitu pula dengan LPG, mantan camat Sunga Kunjang ini menduga ada permainan.

Apalagi sebutnya kelangkaan LPG tidak merata, hari ini di Palaran kemudian bergeser ke wilayah lain.

“Ini artinya ada yang main-main,” keluh Sekda.

Terlebih tabung LPG selama lebaran alokasinya ditambah 7 persen, tapi nyatanya di tingkat pengecer sering langka.

“Kita akan dalami ini lagi dan meminta data di pangkalan, dan kemana saja larinya LPG dari pangkalan. Kalau perlu kita akan menurunkan kembali Camat dan Lurah untuk melakukan pendataan, kemudian jika tidak berbenturan dengan regulasi, segera kita lakukan seperti pola bawang putih kemarin,” kata Sugeng.  

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *