Air PDAM Kecoklatan dan Bau

Distribusi air bersih dari Perusahaan Umum Daerah atau Perumda Air Minum Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kepada pelanggan di sejumlah wilayah sejak beberapa hari terakhir tidak normal karena air yang mengalir ke rumah warga kecil.

Sejumlah warga Kelurahan Nenang dan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam yang ditemui, Selasa mengeluh karena distribusi air bersih dari Perumda Air Minum Danum Taka mengalirnya kecil sejak beberapa hari terakhir.

Menurut warga, air yang mengalir ke rumah mereka juga sempat berwarna kecoklatan serta mengeluarkan bau yang kurang sedap.

“Tiga mesin pompa distribusi air bersih saat ini berhenti beroperasi karena pondasinya rusak,” ujar Direktur Perumda Danum Taka Abdul Rasyid ketika dikonfirmasi.

Berhentinya operasi tiga mesin pompa distribusi disebabkan pondasi tiga mesin dengan material semen rusak, sehingga jelasnya, mengganggu distribusi air bersih kepada pelanggan.

Terhitung mulai Jumat (05/06/2020) ungkap Abdul Rasyid, tiga dari empat mesin pompa dsitribusi di instalasi pengolahan air bersih (water treatment plan/WTP) Lawe-Lawe dimatikan.

“Kami telah mengumumkan secara tertulis waktu perbaikan pondasi mesin pompa distribusi air bersih itu sampai hari ini (Selasa 9/6),” ujarnya.

Sementara untuk warna air yang berwarna kecoklatan dan berbau diduga pengaruh sisa-sisa material yang mengendap dalam pipa, namum kata Abdul Rasyid, sifatnya hanya sementara,

“Kerusakan hanya dudukan atau pondasi mesin pompa dsitribusi dan sudah diperbaiki, kami juga sudah umumkan kepada masyarakat terkait terganggunya distribusi air bersih,” ujarnya.

“Kami prediksi secepatnya ketiga mesin pompa distribusi sudah dapat dioperasikan dan distribusi air bersih kepada pelanggan kembali normal,” tambah Abdul Rasyid.

Untuk kualitas air bersih Perumda Air Minum Danum Taka ia menimpali lagi, masih aman tidak ada masalah. (ant)

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda