Alhamdulillah, Ini Kabar Gembira dari Tanah Suci

Kabar gembira datang dari Tanah Suci.

Kerajaan Arab Saudi membuka opsi, yaitu kembali mengeluarkan izin pelaksanaan ibadah umrah. Hal tersebut merupakan buah pelaksanaan ibadah haji 2020/1441 Hijriyah yang dinilai berlangsung lancar.

Wakil Menteri Haji dan Umrah untuk Urusan Haji, Hussein Al-Sharif, menyebut kementerian akan segera memulai persiapan terkait dengan musim umrah mendatang.

Persiapan itu, menurut Hussein Al-Sharif, seperti dilansir Saudi Gazette, akan dimulai dengan proses evaluasi dan penilaian terhadap pelaksanaan haji dalam waktu dua pekan mendatang.

Pelaksanaan haji 2020 memang dianggap sukses.

Pemerintah Arab Saudi dinilai mampu melaksanakan kegiatan tersebut dengan protokol kesehatan yang ketat.

Hasilnya, hingga kemarin, tidak tercatat satu orang pun jamaah haji yang berkisar 1.000 orang itu tertular Covid-19.

Upaya keras Kerajaan Saudi menyelenggarakan haji di tengah pandemi Covid-19 menuai banyak pujian.

Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, langkah-langkah yang diambil Arab Saudi untuk memastikan keselamatan jamaah haji semaksimal mungkin layak mendapatkan apresiasi.

Protokol kesehatan yang diterapkan Arab Saudi sangat ketat.

Hanya sekitar 1.000 orang yang diperbolehkan menjalani prosesi haji 2020. Jamaah usia lanjut tak diperkenankan ikut, ada pemberlakuan karantina jamaah, serta protokol kesehatan standar Covid-19 lainnya.

Mereka pun hanya berasal dari warga setempat atau warga asing yang sudah bermukim di Arab Saudi. 

Untuk melayani kesehatan jamaah yang sangat sedikit itu, Arab Saudi menyiapkan tak kurang dari 1.456 tempat tidur rumah sakit, termasuk 272 untuk perawatan intensif.

Selain itu, tersedia 331 ruang isolasi dan lebih dari 200 tempat tidur gawat darurat.

Selain penyelenggaraan haji yang lancar, kini kasus Covid-19 di Arab Saudi pun mulai menurun. Pada 25 Juli 2020, tercatat ada 2.200 kasus Covid-19 per hari.

Angka itu terus menurun hingga 1.357 kasus pada 2 Agustus lalu.

Penutupan ibadah umrah bagi warga di luar Arab Saudi sudah dilakukan sejak pandemi Covid-19 merebak akhir Februari lalu.

Larangan ini tentu saja membuat calon jamaah umrah gigit jari, dan menunggu tanpa kepastian kapan waktunya dibuka kembali.

Tidak hanya calon jamaah yang kecewa.

Dampak ekonomi pun mulai terasa, baik di Arab Saudi maupun Tanah Air.

Pada 2019, total jamaah umrah melampaui 19 juta orang.

Haji dan umrah saat ini menyumbang 25 persen pendapatan Kerajaan Saudi.

Bisa dibayangkan berapa besar Arab Saudi kehilangan pendapatan selama pelarangan haji dan umrah.

Di Tanah Air, ratusan usaha atau biro perjalanan haji dan umrah tak bisa beroperasi.

Dampaknya tak hanya pada biro perjalanan umrah, tapi juga bisnis penerbangan, pakaian, dan suvenir.

Lalu, kapan kemungkinan umrah mulai dibuka?

Pada tahun-tahun sebelumnya, persiapan umrah biasanya langsung disiapkan begitu musim haji berakhir.

Konsulat Jenderal RI Jeddah, Eko Hartono, menyebut pihaknya belum mendapat informasi resmi.

Namun, Kerajaan Saudi memang berencana membuka penerbangan internasional mulai 16 September mendatang.

Jadi, ada kemungkinan pembukaan umrah bersamaan dengan itu.

Kita tentu menyambut gembira kabar kemungkinan dibukanya kembali umrah ke Tanah Suci.

Kita berharap keberhasilan Arab Saudi menyelenggarakan haji 2020 bisa ditularkan dalam pelaksanaan umrah nanti.

Kita juga berharap ibadah umrah bisa selancar ibadah haji.

(Sumber: Republika)

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda