Alhamdulillah! Penegasan Gubernur & Penjelasan KPPIP Ini Pastikan Tol Rampung 2018

Warga masyarakat Kalimantan Timur patut mengucap syukur karena akan segera menikmati jalan tol seperti kota-kota besar lainnya. Jalan bebas hambatan yang akan menghubungkan ibukota Provinsi, Samarinda dan Kota Balikpapan itu dipastikan rampung pada 2018 mendatang.

Kepastian bakal tuntasnya jalan mulus sepanjang 99,35 kilometer tersebut ditegaskan Gubernur saat meninjau langsung pelaksanaan proyek-proyek strategis di Kaltim yakni Tol Samarinda – Balikpapan dan proyek Jembatan Mahakam IV, beberapa hari lalu.

Penegasan Gubernur inipun bukannya tanpa dasar. Data yang dirilis Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) memastikan bahwa proyek tol yang merupakan proyek prioritas nasional itu terus memperlihatkan kemajuan dan ditargetkan mulai beroperasi tahun depan.

Menurut Awang, jalan tol tersebut sudah tidak ada masalah. Hal tersebut bisa terwujud berkat kerjasama yang baik antar lembaga dan pemerintah seperti BPN, Walikota, Kejaksaan, TNI dan Polri. “Semuanya sudah clean and clear. Target 2018 itu sudah beroperasi,” tegasnya.

Disampaikan pula, jika ada tuntutan pembayaran ganti rugi tanam tumbuh, maka akan difasilitasi tetapi nilainya tidak sebesar tuntutan. Sebab, tanam tumbuh di kawasan konservasi atau hutan lindung tidak diperbolehkan sehingga tidak ada dasar pemerintah melakukan ganti rugi.

Gubernur meminta semua pihak bisa memahami tata aturan yang berlaku dan tidak mudah terpancing polemik. “Kalau ada yang keberatan silahkan menempuh jalur hukum. Pemerintah akan diwakili pengacara negara. Pemkot Balikpapan akan diwakili Kejari Balikpapan,” jelas Awang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Perumahan Rakyat Kaltim, Taufik Fauzi mengungkapkan jalan tol pada Mei tahun depan untuk fungsional sudah selesai. “Untuk fungsi jalan tol ditarget 2018 pada November. Tetapi Mei sudah bisa dilewati di seksi KM.13-Samboja. Namun kami bersama PT. Jasa Marga untuk Balikpapan ke Samarinda optimis Desember selesai,” terangnya.

PROGRES MENINGKAT

Berdasarkan siaran pers KPPIP tertanggal 12 September 2017, progres proyek senilai Rp 9,97 triliun ini kian meningkat. Per 7 September 2017, total tahapan konstruksi proyek tol sepanjang 99,35 kilometer yang terbagi dalam lima seksi ini sudah mencapai 25,92 persen.

Rinciannya, Seksi I Balikpapan KM 13-Samboja sepanjang 22,03 kilometer tercatat mencapai progres konstruksi paling cepat, sudah mencapai 68,36 persen. Seksi II Samboja-Muara Jawa mencapai 16,53 persen, Seksi III Muara Jawa – Palaran mencapai 26,71 persen, Seksi IV Palaran – Samarinda mencapai 12,13 persen, dan Seksi V Balikpapan – Bandara Sepinggan sepanjang 11,09 kilometer mencapai 8,26 persen.

Sedangkan untuk pengadaan tanah, yang merupakan tahapan penting sebelum bisa dimulainya konstruksi, total sudah mencapai 95,39 persen. Di Seksi I dan Seksi II bahkan sudah mencapai 100 persen. Di Seksi III tercatat mencapai 94,997 persen, Seksi IV mencapai 98,16 persen, dan Seksi V mencapai 76,28 persen.

Direktur Proyek Sektor Jalan dan Jembatan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Max Antameng mengatakan pembebasan tanah di Seksi II secara administrasi sudah mencapai 100 persen.

Tapi masih ada yang belum bisa dilakukan konstruksi. Penyebabnya, ada area tanam tumbuh sepanjang 16,5 kilometer. Ruas Seksi II melintasi  Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto sepanjang 24 kilometer.

Untuk membahas izin untuk trase Seksi II, rapat koordinasi internal akan dilakukan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang juga sebagai anggota KPPIP. “Rakor akan dilakukan minggu ini,” kata Max, saat ditemui di Kantor KPPIP, Jakarta, Selasa (12/9/2017).

KPPIP juga akan melakukan koordinasi dengan Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) terkait penggantian dana talangan pengadaan tanah ke pengembang.

Diakui Max, pengembalian dana talangan di Proyek Tol Balikpapan-Samarinda sudah hampir selesai. “Terakhir saya dapat informasi sudah di atas 94 persen (pengembalian). Bisa jadi untuk sekarang ini sudah 98 persen,” kata dia.

Diketahui, ruas tol ini akan menghubungkan dua kota besar di Kaltim, yakni Balikpapan dan Samarinda. Keberadaan jalan tol ini diharapkan bisa mendorong pengembangan kawasan-kawasan industri berbasis kelapa sawit, batubara, migas, dan pertanian di kedua kota, selain di daerah yang dilalui oleh jalan tol.

Proyek ini juga diharapkan meningkatkan konektivitas serta mengurangi biaya logistik dan waktu tempuh antara Kota Samarinda dan Kota Balikpapan. Proyek ini dibagi menjadi dua seksi.  Seksi 1 terdiri dari Paket 1 (25,07 km) dan Paket 5 (11,09 km). Seksi 2 terdiri dari Paket 2 (23,26 km), Paket 3 (21,9 km) dan Paket 4 (17,7 km).

Pengerjaan pembangunan dilakukan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasa Marga Balikpapan-Samarinda dengan dukungan Pemerintah Pusat dan Provinsi. Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemprov Kaltim memberikan dukungan pembangunan konstruksi di Seksi 1 dan Seksi 5. Untuk Seksi 2, Seksi 3 dan Seksi 4 di bawah tanggung jawab PT Jasa Marga Balikpapan-Samarinda.

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *