Angka Pengangguran Terbesar se-Indonesia, Kaltim Perlu Buffer

Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Jakarta, Ujang Komarudin mengungkapkan bahwa merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran terbuka di Indonesia itu paling besar ada di Kaltim, padahal memiliki kekayaan alam melimpah.

“Sesuai data BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2017, terbesar ada di Kaltim mencapai 8,55 persen dari total pengangguran di Indonesia yakni 7,01 juta orang yang bekerja,” ungkapnya Ujang saat dihubungi MONITOR di Jakarta, Selasa (4/12/2017).

Selain itu, ia menambahkan, melorotnya APBD Kaltim dari tahun ke tahun dan pertumbuhan ekonomi negatif menjadi masalah tersendiri.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini berpendapat, Kaltim perlu buffer ekonomi kreatif di luar yang terlalu mengandalkan produksi migas ekstraktif dan sawit yang terlalu tergantung pasar internasional.

Dari kacamatanya, ekonomi yang tergantung pada gejolak harga pasar migas dan sawit yang terus menurun berdampak pada konstraksi pertumbuhan ekonomi.

Ujungnya adalah PHK besar-besaran di perusahaan-perusahaan tambang dan sawit, serta menurunnya kekuatan APBD dari tahun ke tahun.

“Belum lagi proyek infrastruktur yang niatnya bagus tetapi punya kecenderungan mercusuar mengakibatkan kedodoran bagi keuangan pemda. Hal ini juga tidak didukung dengan PAD yang cerdas,” jelas Ujang.

Ia mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi menjadi tolok ukur keberhasilan dan wibawa daerah di mata daerah lain.

Ekonomi menjadi penentu keberhasilan suatu daerah, bila pertumbuhan ekonominya positif dan mencapai target, maka daerah tersebut bisa dikatakan berhasil,” katanya.

Sebaliknya, tambah Ujang, jika petumbuhan ekonominya melambat atau tidak mencapai target, maka daerah tersebut bisa dikatakan gagal.

Dan ini akan berimbas pada bidang kehidupan masyarakat lainnya.

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda