Awang Masih Beri Waktu Abun Sebulan Lagi

Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak memimpin langsung pembongkaran kebun binatang di jalur pembangunan tol Balikpapan-Samarinda, Selasa (28/03/2017).  Namun dalam pembongkaran tersebut, Direktur PT Samarinda Golden Prima, Poltak Silaban meminta waktu 1 bulan untuk pembongkaran sendiri.

Setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI, Awang Faroek akhirnya bersedia memberikan tenggat pembongkaran kebun binatang tersebut. “Kami beri waktu 1 bulan, mulai 27 Maret sampai dengan 27 April 2017. Selanjutnya, kami akan cek kembali. Kalau belum juga mereka bongkar, kami akan lakukan sendiri pembongkaran,” kata Awang.

Ia juga mengatakan, Presiden Jokowi sudah menegaskan dukungannya terhadap pembangunan tol sehingga tidak ada yang boleh menganggu, termasuk kebun binatang ini harus dibongkar dan akan dipindahkan ke lokasi yang lain.  “Ini bukti bahwa kami sangat serius menyukseskan proyek strategis nasional tersebut,” ujarnya.

Kebun binatang milik salah satu pengusaha ternama di Kaltim itu dibongkar karena berada persis di jalur tol, tepatnya di Seksi 4 dari Palaran menuju Jembatan Mahkota II. “Kebun binatang yang sedang dibangun itu berada persis di tol sehingga diputuskan dibongkar. Apalagi, kebun binatang tersebut tidak pernah mendapatkan izin dari pemerintah daerah, baik terkait IMB maupun amdal. Keputusan pembongkaran ini juga sudah sesuai dengan hasil rapat yang telah dilakukan sebelumnya,” terang Awang Faroek.

Awang Faroek menyatakan mendukung pembangunan kebun binatang tersebut. Namun, semestinya tidak berada tepat di jalur tol. “Masih banyak lahan. Kebun binatang juga sangat dibutuhkan masyarakat. Akan tetapi, pembangunannya tidak di jalur tol yang ditargetkan tuntas pada tahun 2018. Ini komitmen kami,” tegasnya.

Sebelum dilakukan pembongkaran, Awang Faroek terlebih dahulu meminta pihak BKSDA untuk memindahkan sementara satwa yang ada di kebun binatang itu, di antaranya orang utan, macan dahan, landak, dan beruang madu ke kandang yang berada di sekitar areal tersebut. “Saya tidak mau ada satwa yang mati akibat pembongkaran ini. Kami minta BKSDA membantu memindahkannya,” katanya. (*)

 

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *