Banjir, Ratusan Warga Samarinda Kedinginan Terpaksa Buka Puasa di Jalanan

Hujan deras mengguyur Kota Samarinda, Kalimantan Timur sejak siang hingga sore, Kamis (7/6/2018).

Akibatnya sejumlah kawasan langganan banjir kembali tenggelam.

Salah satunya adalah Jalan DI Panjaitan, Samarinda Utara.

Jalan raya penghubung Samarinda – Bontang ini direndam air berlumpur setinggi lutut orang dewasa.

Kemacetan panjang pun tak dapat dihindari.

Deretan kendaraan tertahan di jalan poros utama perumahan elit Alaya hingga ke simpang tiga DI Panjaitan.

Puluhan roda dua terlihat menumpuk di pintu masuk Alaya.

Para pengendaranya tak berani menerobos banjir.

“Saya terpaksa stop di sini, padahal penumpang minta terus, tapi mau bagaimana lagi benjir begini. Jadi nunggu aja sampai airnya surut. Tapi mungkin sampai malam,” keluh salah seorang pengemudi transportasi berbasis aplikasi online.

Sementara iring-iringan mobil yang mencoba melewati genangan air bergerak tersendat-sendat.

Ratusan pengemudi roda dua maupun empat serta para penumpangnya terpaksa harus berbuka puasa di jalanan.

Bahkan dengan hanya minum air mineral di tengah udara yang dingin.

Sementara, salah satu instansi pemerintah yang sebetulnya menangani masalah banjir dan kebetulan berkantor di kawasan Jalan DI Panjaitan tengah menggelar acara buka puasa.

Para pejabat dan pegawai mereka juga sempat tak bisa keluar dari lokasi kantor karena terhalang banjir.

“Ini kami belum pulang, jadi sekalian aja sampai acara buka puasa bersama di kantor,” ujar seorang pegawai instansi tersebut.

Warga masyarakat jelas berharap persoalan banjir yang menahun ini bisa segera diatasi pemerintah.

Terlebih anggaran yang sudah habis terkuras tidaklah sedikit.

Kapan ya Samarinda bisa benar-benar bebas banjir?

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *