BNPB: 448 KK Terdampak Banjir di Lok Bahu, Aplikasi inaRisk Ungkap Potensi Bahaya

Banjir yang melanda beberapa titik Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, sejak Jumat pagi (02/07/2021) masih menyisakan genangan di sejumlah lokasi, hari ini.

Meski demikian, ketinggian air sudah surut, khususnya di Kelurahan Lok Bahu yang sebelumnya cukup mengkhawatirkan.

Dikutip HarianKaltim.com, Minggu (04/07/2021), dari data rilis Tim Komunikasi Kebencanaan BNPB, jumlah warga terdampak di kelurahan yang berada dalam wilayah Kecamatan Sungai Kunjang itu terdata mencapai 448 Kepala Keluarga (KK).

Namun sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa.

Saat insiden terjadi, BPBD Kota Samarinda dan BPBD Provinsi Kalimantan Timur segera menerjunkan personelnya ke lokasi terdampak.

Para personel terbagi ke dalam tugas penanganan darurat seperti kaji cepat dan evakuasi warga terdampak.

Dalam melakukan patroli dan evakuasi, BPBD Kota Samarinda menurunkan 5 perahu ke lokasi banjir.

Mereka saling berkoordinasi dengan instansi terkait setempat.

POTENSI BAHAYA

Dilihat melalui analisis inaRISK, Kota Samarinda termasuk wilayah dengan potensi bahaya banjir kategori sedang hingga tinggi.

Terdampak 10 kecamatan yang berada pada potensi bahaya tersebut dengan luas mencapai 18.490 hektar.

Artinya, tak ada satu pun kecamatan di Kota Tepian ini yang luput dari ancaman banjir.

Sementara dipantau dari prakiraan cuaca tiga harian dari BMKG, wilayah Kalimantan Timur masih berpotensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang hingga hari Minggu ini.

Sedangkan pantauan di tingkat kecamatan melalui aplikasi Info BMKG, Sungai Kunjang terpantau berpotensi hujan ringan.

Menyikapi potensi hujan yang masih terjadi di beberapa wilayah Indonesia hingga pada potensi hujan lebat, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga.

Masyarakat dapat memantau aplikasi Info BMKG terhadap potensi hujan yang terjadi di sekitar.

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda