Cegah Bendungan Jebol Lagi, BWS Sosialiasi Rencana Tindak Darurat

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Kementerian PUPR melaksanakan Sosialisasi Rencana Tindak Darurat (RTD) Bendungan Lempake Kota Samarinda, dalam meningkatkan kewaspadaan dan perlindungan warga dari bencana.

Kegiatan yang dilaksanakan di Command Center Diskominfo Kota Samarinda, Rabu (16/12/2020) ini langsung dihadiri Sekretaris Daerah Kota Samarinda Sugeng Chairuddin, Perwakilan BWS, Kepala Diskominfo Kota Samarinda Aji Syarif Hidayatullah serta diikuti seluruh camat dan lurah melalui virtual.

“Terima kasih kepada BWS yang telah menginisiasi kegiatan hari ini. Pemkot sangat mendukung dan sengaja saya menghadirkan seluruh Camat terutama Camat Samarinda Utara berserta para Lurahnya agar nanti disosialisasikan lagi di masyarakat. Ini menjadi komitmen bersama,” ucap Sugeng dalam sambutannya.

Menurut Sugeng sangat penting agar kelompok maupun individu memperoleh informasi dan memanfaatkan informasi tersebut untuk melindungi.

“Sebenarnya Lempake ini dulunya bukan bendungan akan tetapi bendung, semakin lama fungsinya seperti bendungan. Seperti kondisi seperti sekarang apakah nanti ke depan adanya penguatan agar bencana yang pernah terjadi 28 Juli 1998 dulu tidak terulang kembali,” kata Sugeng.

BISA ROBOH

Selanjutnya narasumber Eko Wahyudi, konsultan Engineering PT Axelindo mengatakan setiap 5 tahun sekali rutin melakukan review gunanya untuk melihat kondisi sekaligus melakukan pemeliharaan terhadap Bendungan Lempake.

Tujuan sosialisasi adalah pertama sebagai pedoman bagi pengelola bendungan dalam melakukan pencegahan runtuhnya bendungan.

Kedua, sebagai panduan untuk menyamakan persepsi antara pemilik-pengelola bendungan dan pemda terkait dalam usaha evakuasi penduduk untuk mengurangi kerugian bila terjadi keruntuhan bendungan.

Untuk diketahui Bendungan Lempake atau juga dikenal dengan Bendungan Benanga memiliki luas 320 meter persegi ini merupakan tempat strategis untuk penangan banjir.

“Walaupun bendungan sangat kokoh tidak menutup kemungkinan bendungan bisa roboh,” kata Eko.

Hal-hal yang menyebabkan runtuhnya bendungan antara lain hujan badai, gempa bumi, angin puting beliung, hingga sabotase.

“Dari segi konstruksi sangat aman karena bendungan ini telah diberikan ripret, agar air tidak langsung menghantam dinding bendungan,” pungkasnya. (kmf-smd)

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda