Dari Musrenbang Samarinda 2019, Pengendalian Banjir Jadi Prioritas Utama (1)

Banjir hingga kini masih menjadi momok bagi warga Kota Samarinda.

Hujan yang sejatinya adalah berkah seolah telah berubah.

Malah kerap dianggap memantik resah.

Bikin susah, begitu benak pengendara yang terjebak genangan air bercampur lumpur.

Pemerintah sebetulnya tak berdiam diri.

Normalisasi Sungai Karang Mumus bahkan telah digeber sejak bertahun silam.

Pemukiman di bantaran direlokasi, sedimen pun dikeruk.

Belum lagi pembenahan saluran drainase dalam kota hingga ke pojok-pojok kampung.

Tapi kerja memang belum selesai.

Kota Tepian masih membutuhkan perhatian ekstra.

Beruntung, Pemerintah Pusat dan Provinsi tak segan ikut bahu membahu.

Tentu dengan perjuangan jajaran Pemkot Samarinda yang harus pandai ‘merayu’.

Terutama karena kota ini adalah ibukota Provinsi Kalimantan Timur.

Jadi, sudah sepantasnya mendapat dukungan lebih serius.

Terlebih lagi Optimalisasi Pengendalian Banjir berada di urutan pertama dari Sembilan Agenda Prioritas Kota Samarinda dalam kurun tahun 2016 – 2021.

Artinya, Pemkot menjadikan banjir sebagai prioritas utama untuk dituntaskan hingga dua tahun ke depan.

Hal ini terungkap dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2019 dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Samarinda tahun 2020, di aula Bank Kaltimtara, Senin (18/3/2019).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Samarinda, Dr H Asli Nuryadin memaparkan, terdapat tiga program dalam mewujudkan Optimalisasi  Pengendalian Banjir.

Mulai dari program pengendalian banjir itu sendiri, pembangunan saluran drainase atau gorong-gorong, dan program pembangunan turap/talud/bronjong.

Foto di atas merupakan salah satu bukti nyata hasil dari upaya pengendalian banjir.

Program tersebut merupakan sinergi antara Pemkot Samarinda dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Salah satu gang di Kelurahan Sidodadi ini sebelumnya kerap tergenang air, namun kini pemandangan berbeda setelah dilakukan pembenahan terhadap infrastruktrurnya.

Sekarang warga masyarakat pun dapat beraktifitas lebih lancar, sehingga pada gilirannya ikut membantu mereka dalam perputaran roda perekonomian keluarga.

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *