Dari Musrenbang Samarinda 2019, Tahun Depan ‘Keroyoki’ 40 Titik Banjir (2)

Pria berkacamata itu tampak serius menyimak sambutan yang disampaikan Gubernur Kaltim Isran Noor.

Dari balik meja bundar di Ballroom Gran Senyiur Hotel Balikpapan, ia duduk dengan mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna biru muda.

Isran begitu bersemangat menyampaikan sambutan.

Dan hal yang disampaikannya sangat menarik, terutama bagi warga Kota Samarinda: banjir.

Ya, Senin (11/3/2019) malam itu, Gubernur banyak ‘curhat’ persoalan klasik yang kerap muncul saat musim penghujan di ibukota Provinsi Kaltim.

Tentu Isran sadar betul pria berkacamata dan berkemeja batik warna biru itu bisa membantunya menolong Kota Tepian yang sering terendam.

Makanya, ia tak menyia-nyiakan acara Gala Dinner bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Dr Bambang PS Brodjonegoro tersebut.

“Jadi, ketika hujan mengguyur Samarinda dan daerah sekitarnya, maka terjadi banjir. Karena Sungai Karang Mumus sudah tidak bisa menampung debit air hujan,” ungkap Isran di hadapan ratusan undangan sambil sesekali melirik ke arah Pak Menteri.

Ia menyebut pendangkalan SKM bahkan telah menembus angka 75 persen dari panjang sungai.

Tak hanya itu, mantan Bupati Kutai Timur ini juga menyinggung banjir di kawasan Jalan DI Panjaitan.

Maklum saja, jalur ini merupakan akses utama menuju Bandar Udara APT Pranoto Sungai Siring.

Ia pun sudah mendengar banjir di situ pernah membuat gusar sejumlah calon penumpang yang ketinggalan pesawat.

“Harus dicarikan solusinya agar semua bisa diatasi walaupun penanganannya bertahap,” tukas Isran.

Seminggu berlalu.

Di ruangan yang tak kalah dingin dari Hotel Senyiur, persoalan banjir kembali disuarakan di lantai 6 Bank Kaltimtara, Senin (18/3/2019) tadi.

Genangan air yang menghadang warga ketika akan menuju Bandara APT Pranoto ikut disebut.

Kepala Bidang Prasarana Wilayah Bappeda Kaltim, Yusliando yang mewakili pimpinannya, Dr H Zairin Zain tampil saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2019 dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Samarinda tahun 2020.

Dalam paparannya, ia menyebutkan bahwa pengendalian banjir di Samarinda merupakan prioritas Gubernur hingga beberapa tahun  ke depan.

Kota Tepian sendiri merupakan Pusat Kegiatan Nasional di Bumi Etam bersama Balikpapan dan Bontang.

Disampaikan pula dalam daftar Kegiatan Indikatif Bidang Infrastruktur di Samarinda 2020, terdapat program Normalisasi Sungai Talang Sari yang merupakan penanganan banjir untuk akses ke Bandara APT Pranoto.

Proyek yang tercakup dalam Sektor Sumber Daya Air ini bakal mendapat kucuran dana cukup besar, karena bersumber dari APBN.

Sejumlah kegiatan lain pun direncanakan antara lain pembangunan drainase Jalan DI  Panjaitan, Review Masterplan Drainase Kota Samarinda, pengerukan sedimentasi Waduk Benanga, serta normalisasi dan perkuatan tebing SKM pun dipastikan berlanjut.

Rencana dari Pemprov ini berbanding lurus dengan target yang ingin dicapai Pemkot Samarinda.

Sejumlah data penting disampaikan Kepala Bappeda Kota Samarinda, Dr H Asli Nuryadin.

Pada 2020 mendatang, sebanyak 40 titik diharapkan bisa tergarap dalam program pengendalian banjir.

Selain itu pembangunan turap di wilayah aliran SKM ditargetkan mencapai 250 meter.

Akhirnya, melihat keseriusan Pemkot Samarinda yang didukung Pemprov dan Pemerintah Pusat, maka sudah sepantasnya warga di kota seluas 71.800 hektar ini menggenggam optimisme.

Dengan upaya ‘keroyokan’ ini, tebersit keyakinan banjir kelak bisa teratasi.

Dan hujan yang membawa keberkahan memang sudah sepatutnya selalu kita syukuri.

(mansyah@hariankaltim.com)

Versi audio visual dari ringkasan artikel ini dapat dinikmati dalam video berikut.

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *