Densus 88 Tangkap 3 Pemuda di Kukar dan Samarinda, Ada Anak Terpidana Bom Sengkotek

Densus 88 antiteror Polri menangkap tiga pemuda di Kutai Kartanegara dan Samarinda, Kalimantan Timur, diduga terkait aksi terorisme.

Sejumlah barang bukti dibawa untuk keperluan penyelidikan.

Keterangan diperoleh wartawan, penangkapan tiga pemuda sekaligus itu dilakukan Sabtu (18/8) malam lalu.

Dua pemuda, Od (20) dan Gn (20), diamankan di Loa Janan Ulu dan Loa Duri, Kutai Kartanegara.

“Waktu datang, kita diminta masuk dalam rumah, tidak boleh merekam, tidak boleh mengintip. Kita lihat ada polisi bersenjata,” kata Priyanto, warga Loa Janan Ulu, Kamis (23/8/2018).

Tidak sampai di situ, di malam yang sama, Densus kembali menangkap Bw (30), warga RT 01 Loa Janan Ilir, Samarinda.

Bw diketahui putra dari Joko Sugito, salah satu terpidana kasus ledakan bom depan Gereja Oikumene, Sengkotek, 13 November 2016.

Dari tiga lokasi berbeda itu, Densus mengamankan sejumlah barang dalam kardus dan telepon selular.

Setelah sempat dibawa ke Mapolsek Loa Janan di Kutai Kartanegara, ketiganya dibawa ke Balikpapan kemudian diterbangkan ke Jakarta.

Di Samarinda, keberadaan tim Densus bersenjata lengkap, dibenarkan Ketua RT 01 Arif Waluyo.

Dia diminta menemani aparat kepolisian.

“Melakukan penggeledahan di rumah Pak Joko (terpidana Joko Sugito). Saya tidak tahu kaitannya soal kasus apa,” ungkap Arif.

Dikonfirmasi, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto tidak membantah.

Namun, dia tidak mengomentari lebih jauh soal diamankannya satu warga Samarinda itu.

“Kalau itu, kami melakukan tugas harkamtibmas. Karena itu sudah lex spesialis ya. Jadi ada yang menangani tim khusus. Yang teknis seperti itu, jujur saya tidak (tahu) sampai ke dalam sejauh itu,” kata Vendra.

Namun demikian, Vendra mengingatkan warga mesti terus berperan aktif, beserta pemerintahan terkecil, melakukan filter baik masyarakat pendatang, yang tidak menutup kemungkinan memiliki perbedaan, dengan masyarakat setempat.

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *