Distribusi BBM, Pertamina Rencanakan Pipanisasi Samarinda – Balikpapan

PT Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) VI Kalimantan mulai mengkaji kemungkinan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) lebih tepat waktu melalui pipanisasi.

Region Manager Comm & CSR Kalimantan Heppy Wulansari mengatakan sebenarnya kebutuhan BBM di Kalimantan tidak sebesar di pulau Jawa, tetapi tantangan distribusinya jauh lebih besar.

Dia mengatakan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kalimantan masih sepenuhnya bergantung kepada tanker lantaran secara geografis wilayahnya besar dan masih berwujud hutan.

Menurutnya dengan pembangunan jalur pipa, maka bisa ikut memangkas waktu penyaluran  di antara kilang Balikpapan menuju TBBM Samarinda hingga distribusinya ke daerah-daerah lain di pedalaman.

“Kalau sudah pipa, tidak akan ada lagi pengaruh cuaca. Jadi ada shortcut- nya,” katanya usai media Gathering, akhir pekan kemarin.

Selain itu, lanjut, Heppy biaya pengiriman juga menjadi lebih efisien karena terhindar dari gangguan distribusi pada alat angkut.

Selama ini terjadinya gangguan cuaca, dan  gelombang tinggi membuat tanker akan sulit membawa muatan tepat waktu.

Dia mengatakan meski rencana ini baru memasuki tahap awal, sebuah tim dari Pertamina pusat telah diturunkan untuk menyaksikan secara langsung alur distribusi.

Sebagai proyek percontohan, maka jalur pipanisasi dari Balikpapan menuju Samarinda masih dikaji dari sisi ekonomisnya.

Dalam kajian tim tersebut, pembuatan jalur pipa tersebut juga melintasi tol Balikpapan — Samarinda.

Proyek tersebut tidak mudah karena harus melalui pembebasan lahan

Skema pendistribusian BBM ke masyarakat memang memiliki rantai yang cukup panjang.

Dari kilang di Balikpapan, tanker pengangkut BBM ke berbagai tujuan.

Salah satunya di Terminal BBM (TBBM) Samarinda.

Dari situ, BBM ‘dialirkan’ ke SPBU menggunakan truk tangki. (bisnis)

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda