Ditolak Wagub Kaltim, Trans Studio Pindah ke Palaran?

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi enggan menyetujui jika Trans Studio dibangun di kawasan Jalan Bhayangkara, Samarinda.

Maklum saja, bakal lokasinya merupakan eks lahan Hotel Lamin Indah yang berada di dekat jalur lalu lintas padat.

“Anak SD saja tahu (kawasan) itu macet. Apalagi kalau sampai (Trans Studio) itu ada, pasti tambah macet,” katanya.

Selain itu, pembangunannya bakal melanggar aturan lantaran lahan yang akan digunakan masuk ke dalam kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Itu melanggar undang-undang kalau dibangun di situ. Saya tidak mau tanda tangan. Saya tidak setuju. Saya sudah minta dipindah. Jangan di sana, tegasnya.

Alasan yang dikemukakan politisi PKS ini memang tak salah.

Arus lalu lintas di Jalan Bhayangkara sudah tergolong padat karena terdapat Mal Plaza Mulia, Hotel Mesra, dan Selyca Mulia Hotel Samarinda.

Belum lagi jika terjadi antrean konsumen SPBU yang meluber di jalan simpang tiga depan Hotel Mesra.

Lantas kemana kira-kira Trans Studio harus dipindah? “Mau dipindahkan ke mana terserah saja,” ujar Hadi.

Sebetulnya, dulu sempat ada tiga lokasi alternatif yang direkomendasikan Pusat Kajian Pengembangan Wilayah (PKPW) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mualwarman (Unmul) Samarinda.

Tiga lokasi tersebut yakni Palaran, Jalan A Wahab Sjahranie (depan perumahan Villa Tamara), dan jalan poros Samarinda-Tenggarong.

Jika membandingkan dengan Trans Studio Makassar, maka lokasi yang cukup ideal tampaknya dimiliki Palaran.

Selain berada jauh dari pusat kota, hal ini tentu sejalan dengan rencana pengembangan kawasan pinggiran sebagai wujud pemerataan pembangunan.

Terlebih jika dikaitkan dengan jalur tol yang akan menghubungkan sejumlah kabupaten kota di Kaltim.

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *