Diturunkan Sopir, Jemaah Haul Asal Kaltim Ini Terlantar, Saat Subuh Ada Pertolongan

Nurfitriani (22) hanya bisa menangis dan kebingungan, jemaah Haul Guru Sekumpul asal Kuaro, Kalimantan Timur (Kaltim) ini ditemukan terlantar di Terminal Mabuun oleh tim relawan gabungan Tabalong, Minggu, (10/3/2019) pukul 03.00 dini hari.

Menurut keterangan Sairaji, salah satu anggota tim relawan Tabalong awalnya yang bersangkutan sudah sampai di Martapura pada pagi Sabtu (9/3/2019).

Namun ia mendapat kabar kalau ibunya tangah dalam kondisi kritis dan masuk rumah sakit di Kabupaten Paser.

Mendengar kabar tersebut, sontak membuat ia panik dan membuatnya harus segera pulang secepat mungkin ke daerah asalnya.

Dengan nekat Nurfitriani memisahkan diri dari rombongan menaiki taksi menuju Tabalong untuk segera pulang dengan uang seadanya.

“Yang bersangkutan hanya sempat beberapa menit berada di Martapura, ia sempatkan berdoa sebentar dan langsung mencari tumpangan taxi menuju arah Tabalong,” ungkap Sairaji kepada Klik Kalsel.

Berangkat dari Martapura pagi hari, namun karena kondisi jalan yang macet menyebabkan jarak tempuh menjadi puluhan jam hingga tiba di Kabupaten Tabalong tepat pukul 03.00 dini hari.

Nurfitriani tiba di terminal Tanjung Mabuun dan malang baginya, ia tidak dapat dapat lagi menemukan angkutan ke arah Kaltim.

Sempat minta tolong kepada sopir untuk diantarkan sampai ke daerah asalnya, namun sang sopir meminta bayaran yang cukup tinggi hingga membuatnya tak mampu untuk membayar ongkos perjalanan dan dengan terpaksa perjalanannya harus terhenti di Tabalong.

Tangisnyapun pecah karna sudah kehabisan ongkos dan bingung harus berbuat apa.

Kemudian sesaat ia memutuskan untuk berjalan kaki mencari mobil yang melintas menuju Kaltim dan malang tak ada satupun angkutan di malam itu.

Relawan gabungan Tabalong yang mendapat laporan ada seorang wanita dalam kondisi tenlantar segera menemui perempuan itu dan mengamankannya di Posko Utama Obor Tanjung.

Relawan gabungan Tabalong Posko Haul Abah Guru Sekumpul yang mendapat laporan ada perempuan dengan kondisi terlantr segera ambil tindakan dengan mengamankan fitri ke posko utama di obor Tanjung.

“Saat kita temukan ia dalam kondisi panik dan terus menangis karena memaksa minta pulang subuh itu juga,” ucap Sairaji.

Tim relawan lantas menanyakan apakah ia sudah makan, Nirfitriani sambil mengusap air matanya mengatakan dari pagi belum ada makan sesuap nasipun demi bisa sesegera mungkin pulang ke kampung halamannya.

Selanjutnya untuk menenangkan Nurfitriani tim posko obor Tabalong mengatakan akan membantu memulangkannya dan mencoba mencarikan tumpangan.

Namun karena waktu masih dini hari ia diminta bersabar hingga pagi tiba.

“Alhamdulillah yang bersangkutan jam 5 subuh tadi sudah dapat tumpangan dan langsung pulang ke daerah asalnya,” imbuh Sairaji.

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *