Dua Bulan, Progres Lahan Tol Balikpapan-Samarinda Mengejutkan

Pembangunan konstruksi jalan tol Balikpapan-Samarinda ditargetkan rampung sampai dengan akhir 2018, agar bisa dioperasionalisasikan pada awal 2019.

Pihak kontraktor tentu harus berpacu dengan waktu, karena tenggat waktu hanya tersisa sekitar lima bulan.

Data per Juni 2018, progres konstruksi telah mencapai 61,9 persen sedangkan pembebasan lahan 95,47 persen.

Jika menilik catatan terdahulu, progres lahan tersebut agaknya cukup mengejutkan.

Pasalnya, pada awal April tadi dilaporkan bahwa progresnya 95,39 persen.

Jadi artinya hanya ada peningkatan tak sampai 1 persen selama sekitar dua bulan.

Dalam siaran persnya, Rabu (4/7/2018), Direktur Utama PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) STH Saragi mengatakan perseroan akan tetap fokus untuk menyelesaikan pembebasan lahan.

Karena persoalan lahan tetap menjadi tantangan utama kendati progres terus berjalan.

Untuk itu, JBS melakukan berbagai upaya percepatan pembebasan lahan agar progres proyek berjalan sesuai dengan target.

“Kami melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan langkah-langkah pembebasan lahan yang clean and clear bagi keperluan proyek,” ujarnya.

Untuk diketahui, ruas tol Balikpapan-Samarinda membentang sejauh 99,35 km dan menghubungkan dua kota utama di Provinsi Kalimantan Timur.

Ruas tol ini terdiri dari lima seksi yang mana pendanaan seksi 1 dan seksi 5 dilakukan lewat skema viability gap fund sedangkan seksi 2, seksi 3, dan seksi 4 melalui investasi JBS.

Pada seksi 1, jalan tol membentang sepanjang 21,95 km dari km 13 hingga Samboja. Selanjutnya di seksi 2, jalan tol menghubungkan Samboja dengan Muara Jawa sejauh 30,05 km. Jalan tol Balikpapan-Samarinda juga mencakup Muara Jawa-Palaran di seksi 3 sejauh 18,2 km.

Dari Palaran, konstruksi jalan tol berlanjut hingga Samarinda sepanjang 17,15 km. Adapun seksi 5 menghubungkan km 13 Balikpapan dengan Bandara Sepingga sepanjang 11,09 km.

Jalan tol Balikpapan-Samarinda merupakan jalan tol pertama di Kalimantan dan diproyeksi menjadi jalan tol Trans Kalimantan.

Operasional jalan tol Balikpapan-Samarinda akan memangkas perjalanan antarkota hingga 34 km.

Di samping itu, waktu tempuh yang semula tiga jam, bisa disingkat menjadi tinggal satu jam.

Dengan demikian, jalan tol ini akan mendukung arus barang dan penumpang sekaligus menurunkan biaya logistik.

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda