Dua Media Internasional Soroti Minyak Balikpapan, Salah Satunya Bikin Tercengang

Tumpahan minyak di perairan Kota Balikpapan hingga kini belum juga bisa teratasi.

Bencana bagi lingkungan yang terparah di Indonesia ini tentu saja langsung disorot media massa.

Bahkan hingga mengundang perhatian pers internasional.

Setidaknya hingga Selasa 3 April 2018, terdapat dua situs berita terkenal dunia, Reuters dan ABC mengangkat laporan seputar masalah tersebut.

Reuters mempublikasikan bahwa Indonesia telah mengumumkan keadaan darurat di lokasi kejadian, setelah tumpahan minyak besar dan api menewaskan empat orang pada akhir pekan lalu.

Dilaporkan pula petugas masih terus bekerja untuk menahan tumpahan yang telah menyebar di area seluas sekitar 12 km persegi (4,5 mil persegi).

Sedangkan laporan yang dipublikasikan abc.net.au bisa membuat kita tercengang.

Pasalnya, situs Australia itu menulis sebuah perusahaan minyak Indonesia telah menolak bertanggung jawab atas tumpahan minyak di lepas pantai Kalimantan tersebut.

Belum jelas perusahaan mana yang dimaksud.

Hanya saja, ABC juga melansir pernyataan General Manager Pertamina Unit V Refinery, Togar Manuring yang mengatakan, tumpahan tidak ada hubungannya dengan kilang di dekatnya atau pipa bawah laut.

Statement ini kemudian memantik tanggapan dari aktivis Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Pradarma Rupang.

Ia menolak percaya jika tak ada kebocoran pipa Pertamina.

Pasalnya, jaraknya sangat dekat.

Kemungkinan sekitar 100 meter dari lokasi tumpahan.

“Tidak ada kapal karam, tidak ada tabrakan, tidak ada kapal yang tenggelam, tidak ada kapal yang terbakar, tidak ada apa-apa. Tiba-tiba muncul minyak di tengah laut”.

Apalagi orang-orang di daerah pesisir mencium bau minyak pada tengah malam pada tanggal 31 Maret, kemudian ada kebakaran pukul 10.00.

“Ada kilang offshore pertama di dekatnya,” ujar Rupang dilansir ABC.

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda