Dua Warga Balikpapan Ini Dituntut Hukuman Mati

Empat terdakwa kasus penyalahgunaan narkoba yang merupakan jaringan internasional Malaysia, dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang pembacaan surat tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Kamis (25/02/2021).

Mereka adalah Sutrianto alias Tri, Anggi Yuvi Ariesta alias Anggi, Muhammad Rizky Rahmadani Febrianto alias Dani dan Andika Prasetyanto alias Dika.

Keempatnya menjadi kurir sabu seberat 308,25 kilogram sabu atau berat bersih 300 kilogram.

JPU Jainah menilai secara sah dan menyakinkan para terdakwa terbukti melanggar dakwaan primer yakni Pasal 132 ayat (1) jo Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang mengandung unsur permufakatan jahat dalam menjual atau menjadi perantara transaksi narkoba yang melawan hukum.

Empat terdakwa yang menyaksikan proses persidangan melalui sidang virtual di Ruang Tahanan Direktorat Tahti Polda Kalsel, tampak tertunduk lesu.

Bahkan, jaksa menilai tidak ada hal yang membuat tuntutan hukum bagi para terdakwa ini menjadi ringan, dari fakta persidangan dan pengakuan para saksi yang dihadirkan di persidangan.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Aris Bawono Langgeng, JPU Jainah dalam dakwaan sebelumnya, jaksa mengungkapkan empat terdakwa ini merupakan bagian dari sindikat narkoba internasional dari pengembangan kasus sebelumnya.

Pada 2019 dengan barang bukti dari 1,8 kilogram hingga 208 kilogram, serta berlanjut dari sabu 7 kilogram hingga terbesar 300 kilogram lebih, yang merupakan bagian dari sindikat internasional Malaysia-Kaltara-Kaltim-Kalsel.

Untuk diketahui, empat terdakwa merupakan warga Kalsel dan Kaltim.

Tri tercatat merupakan warga Desa Sukamaju RT 004/ RW 001 Kecamatan Sampahan, Kotabaru bersama Anggi, warga Desa Sukamaju.

Sedangkan, dua terdakwa lainnya Dani dan Dika merupakan warga Balikpapan.

Mereka berhasil dibekuk oleh tim gabungan dari Mabes Polri dan Polda Kalsel pada awal Agustus 2020 lalu di Hotel Sienna Inn di Banjarmasin.

Dalam persidangan itu, kuasa hukum terdakwa Ernawati dan Arbain meminta kepada majelis hakim untuk mengajukan nota pembelaan (pledoi) pada sidang pekan depan.

Artikel ini sebelumnya terbit di jejakrekam.com/2021/02/25/empat-sindikat-narkoba-malaysia-dituntut-hukuman-mati/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=empat-sindikat-narkoba-malaysia-dituntut-hukuman-mati

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda