Gas 3 Kg Tembus Rp28.000, Pengakuan Karyawan SPBU di Samarinda Ini Bikin Kaget

Kurang lebih satu bulan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, harga elpiji 3 kilogram di Kota Samarinda seolah makin tak terkendali.

Saat ini rata-rata para pengecer membanderol gas melon bersubsidi itu sangat mahal, tembus di angka Rp28.000.

Padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah cuma Rp17.000.

Jadi, selisihnya lebih dari Rp10.000.

“Sebenarnya cuma naik seribu, karena sebelumnya ‘kan Rp27.000. Harga naik karena ngambilnya lebih jauh,” ujar seorang pemilik warung di bilangan Jalan Lambung Mangkurat, Kelurahan Pelita.

Ia tak menyebut dari mana mendatangkan gas elpiji tersebut dalam jumlah lumayan banyak.

Namun sejumlah pangkalan yang berada tak begitu jauh dari tempat tinggalnya, belum lama ini telah ditutup Pertamina.

Seperti diketahui, pertengahan Maret tadi digelar razia.

Lurah Pelita turun langsung beserta Bhabinkamtibmas, Babinsa, FKPM, dan LSM Perlindungan Konsumen.

Kala itu ditemukan pangkalan resmi yang berbuat curang dengan me-mark up harga eceran di kisaran Rp20.000 hingga Rp22.000.

Temuan itu langsung direspon cepat Pertamina.

“Ada empat pangkalan yang ditutup karena menjual elpiji 3 kg bersubsidi di atas harga HET,” jelas Sales Eksekutif LPG II PT Pertamina Samarinda, Widhi Tri Adi Hidayat kepada wartawan.

Warga masyarakat sebetulnya bisa membeli gas tabung berwarna hijau muda itu di SPBU, salah satunya yang berlokasi di Jalan Kusuma Bangsa.

Hanya saja, rupanya stok tak selalu tersedia.

Bahkan ada pengakuan salah saorang karyawan pom bensin itu yang cukup mengagetkan.

Ia mengatakan 100 tabung elpiji 3 kg selalu langsung ludes dalam waktu sekitar satu jam.

“Di sini jadwalnya Senin, Rabu dan Jumat, tidak pernah sampai malam. Pas datang, sejam juga sudah habis. Harganya Rp17.000,” ujar pria tersebut tanpa bisa memastikan kapan jam kedatangan tabung.   

Sementara itu, sumber lain menyebut warga yang membeli gas 3 kg di situ dibatasi hanya satu tabung, namun tanpa harus memperlihatkan KTP atau kartu keluarga.

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *