Golput Menang di Kaltim, Nyaris Pecahkan Rekor Seperti Ini

Dari total keseluruhan jumlah pemilih di Kalimantan Timur 2.378.411 orang, sebanyak 995.211 orang tidak memilih atau golput.

Hal itu terungkap pada Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilgub Kaltim 2018 yang dilaksanakan KPU Kaltim di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda, Minggu (8/7/2018).

Anggota Bawaslu Kaltim, Galeh Akbar mengatakan, dari 995.211 golput itu, sebanyak 256.000 lebih tidak datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) karena tidak menerima undangan (formulirC-6).

“Angka 256.000 itu temuan pengawas di lapangan se-Kaltim,” kata Akbar.

Ia menjelaskan, faktor penyebab golput lainnya diprediksi karena perpindahan tempat tinggal, pemilih yang telah meninggal dunia, dan memang karena pilihan.

“Meski demikian angka golput 41,8 persen tetap tinggi,” ujarnya.

Ketua KPU Kaltim, Mohammad Taufik mengungkapkan, pihaknya telah berupaya maksimal untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih di atas 60 persen, tapi hasilnya tak berbeda jauh dengan pilkada serentak tahun 2015 lalu.

Pada rapat pleno tersebut Taufik juga menyampaikan, hasil penghitungan resmi KPU Kaltim menetapkan Isran-Hadi menempati peringkat pertama dengan perolehan 417.711 suara.

Disusul pasangan cagub- cawagub Rusmadi-Safaruddin dengan 324.224 suara.

Berikutnya pasangan Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat dengan 302.987 suara, dan terakhir pasangan cagub-cawagub Andi Sofyan Hasdam-Rizal Effendi dengan 228.166 suara.

PERBANDINGAN

Berdasarkan laporan sejumlah media, sejauh ini daerah di Indonesia yang tampaknya mencatatkan angka golput tertinggi adalah Kota Bengkulu.

Dari 230 ribu pemilih Pilwakot di sana, hanya 130 ribu yang menggunakan hak pilih.

Ini berarti sekitar 46 persennya adalah golput.

Jadi, hanya Bengkulu inilah yang menjadi penghalang Kaltim mencetak ‘rekor’ dalam Pilkada Serentak 2018 ini.

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda