Hari Ini, LAKI Pejuang 45 Samarinda Audiensi ke Wawali Rusmadi

Di tengah pandemi Covid-19, gerakan perlawanan terhadap penyelewengan uang rakyat rupanya masih terus digaungkan para penggiat kontra rasuah.

Termasuk di Kota Samarinda, ibukota Provinsi Kalimantan Timur.

Hal ini dibuktikan Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Pejuang 45 yang kini tengah menyiapkan sejumlah program strategis.

Di bawah kepemimpinan baru, lembaga yang hadir di Kota Tepian sejak 27 Desember 2010 silam ini memastikan siap mengawal tata kelola pembangunan yang bebas korupsi.

Langkah pertama kami adalah dengan membuka ruang dialog dengan Pemerintah Kota, kami akan beraudiensi dengan Bapak Wakil Walikota Rusmadi,” ungkap Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LAKI P45 Kota Samarinda, H Abdurachman Siddik J SE kepada HarianKaltim.com, Sabtu (28/03/2021).

Ditemui di sekretariatnya Jalan Labu Merah 3 No 72B Perumahan Bengkuring, Sempaja, tokoh yang dikenal ramah ini didampingi Sekretaris Rahmad Hidayat AR SH, Bendahara H Jurianto, dan Kabid Investigasi Rendy.

Rencana pertemuan di Balaikota tersebut, sambung dia, diagendakan pada Senin 29 Maret 2021 siang ini.

Insya Allah pukul 14.00 kami akan menemui Pak Wawali,” ujarnya.

Salah satu isu utama yang akan dibicarakan adalah bertalian dengan Ibu Kota Negara (IKN).

Pasalnya, Samarinda sebagai ibukota provinsi yang menjadi IKN baru, tentu harus menjadi contoh bagi provinsi lainnya.

Contohnya yakni dana Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA) yang beberapa tahun terakhir angkanya menembus ratusan miliar rupiah.

Kita berharap Silpa ini bisa diminamilisir, sehingga APBD maupun APBN dapat dimanfaatkan secara efektif untuk pembangunan dan kepentingan masyarakat luas. Terlebih Pak Wali Andi Harun dan Wawali Rusmadi bertekad menjadikan Samarinda sebagai Kota Peradaban. Ini erat kaitannya dengan IKN, karena Samarinda akan menjadi contoh daerah lain,” ulasnya.

Pada bagian lain, pria yang juga memegang amanah sebagai Ketua Forum RT Kelurahan Temindung Permai ini memaparkan program LAKI P45 lainnya.

Di antaranya pendidikan pencegahan praktik korupsi sejak dini bagi para generasi muda.

Bersama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), pihaknya akan memberikan penyuluhan ke sekolah-sekolah.

Jika BNN menyampaikan tentang bahaya narkoba, maka kami pun mengingatkan para pelajar bahwa korupsi merupakan bahaya laten yang harus kita semua perangi,” ujarnya.

Ditegaskan, upaya pencegahan memang menjadi fokus utama LAKI P45, sebagaimana halnya yang kini juga digencarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Makanya, ketika menemukan sebuah kasus dugaan korupsi, pihaknya tidak serta merta langsung melaporkan ke lembaga penegak hukum.

Karena kita tidak berhak men-judge sebelum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Tugas menuntut secara hukum ada di jaksa, dan memvonisnya kewenangan majelis hakim. Kami hanya mengawal kasus dan mengingatkan,” pungkasnya.

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda