Jangan Main Mercon, Polisi Siap Tindak Tegas

Setiap memasuki Bulan Ramadan, selalu identik dengan bunyi petasan setiap malam usai salat tarawih.

Kendati saat ini tengah terjad pandemi Covid-19, namun masih ada saja warga  yang bermain petasan.

Padahal perbuatan itu tidak dibenarkan, karena dapat  mengganggu situasi keamanan.

Polisi pun tak bosan mengimbau masyarakat supaya tidak memproduksi, memperdagangkan, dan menyalakan mercon atau petasan.

“Kami akan menindak tegas bagi siapa saja yang melanggar, terlebih lagi ini masih dalam rangkaian pemberantasan penyakit masyarakat atau pekat,” ungkap Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning di Mapolres Berau, Kamis (07/05/2020).

Selain menangkap, polisi juga dipastikan bakal menyita dan memusnahkan benda yang mengeluarkan bunyi memekakkan telinga itu.

Dalam Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 telah jelas disebutkan, mana saja benda yang boleh dan tidak boleh diledakkan.

“Di Undang-Undang itu sudah jelas, tentang petasan dan mercon tidak dibenarkan. Makanya kita melarang, dan kepolisian akan melakukan tindakan kepada siapapun yang melanggar,” ujarnya.

Dalam UU dijelaskan, pembuat, penjual, penyimpan, dan pengangkut petasan bisa dikenakan hukuman minimal 12 tahun penjara hingga maksimal kurungan seumur hidup.

Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Ade Yaya Suryana mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk ikuti himbauan pemerintah, terapkan physical distancing, cukup di rumah saja.

“Sayangi diri kita, sayangi keluarga dan orang-orang disekitar kita. Jika benar-benar harus keluar rumah, patuhi protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran pandemi covid-19,” terangnya sebagaimana rilis Humas Polda Kaltim.

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda