Jangan Resah, Mahkota II Aman 100 Persen

Warga masyarakat Kota Samarinda diimbau tak perlu merasa resah karena kondisi Jembatan Mahkota II dipastikan aman dan bisa dilintasi kembali.

Kepastian ini disimpulkan setelah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda dan Konsultan Pengawas mengecek langsung ke lapangan, Minggu pagi (2/7/2017).

“Mahkota II aman 100 persen. Jadi tidak ada retak. Gambar yang beredar di medsos itu hanya overlapping cor-coran (tumpukan semen). Itu sama sekali tak mengganggu struktur jembatan. Nanti akan dilakukan pembersihan,” ungkap Konsultan Proyek Mahkota II, Taufik Reynaldi.

Ia kemudian meminta semua pihak jika ada yang khawatir terkait kondisi Jembatan, sebaiknya berkonsultasi ke Dinas PUPR, sehingga bisa ditindaklanjuti ke depan.

“Isu seperti ini, sampai nasional. Laporan sudah sampai ke Komite Keamanan Jembatan dan Terowongan (KKJT). Mereka bilang diminta lakukan pengecekan. Mereka juga anggap, tak mungkin juga Jembatan ini retak,” ungkapnya.

Imbauan agar masyarakat jangan resah atau panik juga disampaikan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkot Samarinda, Sugeng Chairuddin.

Overlapping (tumpukan) cor-coran semen yang sempat disangka retakan.

“Karena hasil investigasi, secara teknis bukan retak. Tapi hanya overlapping semen. Jadi warga tidak usah resah‎. Tadi sudah kita buka kembali jembatan untuk dilalui kendaraan,” tutur Sugeng.

Dengan kesimpulan yang disampaikan tim konsultan proyek secara teknis‎, Sugeng memastikan, overlapping semen tidak akan mempengaruhi beban dan ketahanan jembatan yang menggunakan tipe konstruksi cable stayed.

“‎Hasil investigasi tidak ada pengaruhnya. Masih tetap aman. Karena kan sebelum dibuka untuk umum, Pemkot meminta untuk dilakukan uji beban dulu oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Waktu uji beban di jembatan itu sampai 600 ton. Kalau sekarang jumlah beban kendaraan yang lewat, kalau dikumpulkan sekitar 10 sampai 20 ton,” ujarnya.

Hasil uji beban Jembatan yang memiliki panjang‎ 1.428,00 meter, saat itu menggunakan 22 truk berisi Pasir dengan beban setiap truk sekitar 2 ton.

Kata Sugeng, hasil test loading atau uji beban jembatan menjadi dasar untuk dikeluarkan rekomendasi dari Komisi Keamanan Jalan Terowongan dan Jembatan (KKJTJ) Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Kementerian PU juga tidak asal-asalan. Sudah melalui tahapan dan tes atau uji beban sebelumnya,” jelas Sugeng.

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *