Kajati Kaltim Minta Tim Saber Pungli Awasi Penerimaan CPNS

Kepala Kejaksaan Kalimantan Timur, Chairul Amir meminta Tim Sapu Bersih Pungutan Liar atau Saber Pungli mengawasi penerimaan calon pegawai negeri sipil kejaksaan tahun 2019 khususnya untuk di wilayah Kalimantan Timur.

“Karena kegiatan penerimaan CPNS biasanya sangat rawan dengan praktik pungutan liar dan dimanfaatkan oknum tertentu untuk mengambil keuntungan,” kata Chairul kepada Independensi.com, Jumat (08/11/2019).

Dikatakan Chairul, pengawasan penerimaan CPNS Kejaksaan yang akan digelar di seluruh Indonesia, termasuk di Kaltim dalam waktu dekat ini sangat penting agar tidak ternoda dengan praktìk-praktik pungli.

Untuk itu pihaknya juga telah melakukan sosialisasi pelaksanaan Saber Pungli di kantor Kejati Kaltim, Kamis (07/11/2019) yang dihadiri para Asisten, Koordinator, Kajari, dan para pejabat eselon IV dan V di lingkungan Kejati Kaltim.

Kegiatan sosialisasi Saber Pungli mengambil tema “Mendorong Aparatur di Lingkungan Kejaksaan Tinggi Kaltim Bersih dari KKN menuju WBK-WBBM”.

Disebutkan Chairul, melalui sosialisasi tersebut pihaknya akan membangun sistem penegakkan hukum dan pemberantasan pungli di lingkungan Kejati Kaltim.

“Karena salah satu tugas kita adalah ingin menjaga agar jangan sampai penerimaan CPNS Kejaksaan tahun 2019 ada pihak-pihak atau yang memanfaatkan kesempatan untuk mengambil keuntungan,” katanya.

Dalam sosialisasi Chairul pun mengingatkan kepada Tim Saber Pungli Kejati Kaltim untuk komitmen dalam memberantas korupsi yang ada di lingkungan atau internal Kejati Kaltim.

“Karena itu Tim Saber Pungli jangan hanya nama. Tapi harus kita wujudkan Kejati Kaltim dapat dipercaya masyarakat dan tidak ada lagi pegawai yang  bermasalah dengan hukum,” ucapnya.

Ditambahkan mantan Kajari Tangerang ini bahwa upaya pihaknya itu adalah supaya enam area perubahan benar-benar dapat terwujud.

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *