Kajati Kaltim yang Baru, Chaerul Amir Pernah Tangani Korupsi Besar dan Raih Penghargaan

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Timur kini djabat Chaerul Amir.

Ia dilantik Jaksa Agung HM Prasetyo, di Sasana Baharuddin Lopa, Gedung Kejagung, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Pejabat sebelumnya, Ely Syahputra ditarik ke pusat dan menempati posisi sebagai Direktur Tindak Pidana Terhadap Keamanan Negara, Ketertiban Umum, dan Tindakan Lainnya, pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejagung RI di Jakarta.

Serah terima jabatan berlangsung di Gedung Kejati Kaltim, Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang, Selasa (15/10/2019).

Usai acara ia mengatakan akan terlebih dahulu melakukan konsolidasi internal.

“Baru kemudian ke kalangan eksternal,” ujar mantan Direktur C (Ekonomi dan Keuangan) pada JAM Intel ini sembari menambahkan termasuk menjalin kemitraan dengan media.

Pria kelahiran Makassar ini sebetulnya bukan orang baru bagi jajaran kejaksaan di daerah ini.

Ia pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Selor pada 2004 silam.

Bahkan, kala itu Chaerul Amir berhasil menangani kasus korupsi nomor tiga terbanyak di Kalimantan Timur.

Sederet prestasi memang kerap diraih pemilik dua gelar doktor ini.

Ketika menjadi Asisten bidang Tindak Pidana Khusus (Aspidsus), dia berhasil membawa Kejati Sulsel peringkat kedua se-Indonesia dalam hal penanganan kasus korupsi.

Penghargaan Sidha Karya sebagai Aspidsus terbaik II Nasional pun diterimanya pada 2012 lalu.

Kasus-kasus besar korupsi tak sedikit pernah ditanganinya.

Salah satunya adalah perkara menghebohkan yakni dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Kini, jebolan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada Agustus 2016 itu telah tiba di Bumi Etam.

Setumpuk ‘PR’ kejaksaan telah menantinya.

Publik tentu berharap figur yang tampak bersahaja dan humanis ini kembali mampu mencetak prestasi membanggakan.

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *