Kantor Perusahaan Sawit di Bengalon Dibakar Massa, Diduga Masalah Gaji

Kantor operasional perusahaan kebun sawit PT AE di Bengalon, Kutai Timur, dikabarkan disegel dan dibakar massa, pagi menjelang siang tadi.

Pemicunya lantaran diduga massa yang banyak terdiri dari eks buruh korban PHK kesal perusahaan tak kunjung membayar gaji mereka 2 bulan, dan mendengar adanya ancaman penyerangan dari sekuriti dan preman bayaran perusahaan.

“Kejadiannya sekitar jam 10.30 pagi tadi,” kata salah seorang warga Bengalon dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (16/4).

Kejadian itu bermula dari kekesalan buruh, lantaran pihak perusahaan PT AE, tidak memenuhi keputusan hasil rapat yang dilaksanakan bulan Maret 2019, yang memutuskan perusahaan membayar upah proses selama 2 bulan bagi sekitar 600 orang buruh sawit yang di-PHK.

“Keputusan ini sudah diambil bersama Disnaker Kutai Timur dan DPRD Kutai Timur,” ujar warga itu.

Imbas dari PHK itu dinilai menyesakkan. Lantaran perusahaan tidak membayar upah proses, maka sejumlah buruh pun jatuh sakit, lantaran tidak punya uang untuk makan dan berobat.

Ratusan buruh mendatangi kantor operasional PT AE, menutup dan menyegel kantor itu dengan tuntutan agar perusahaan membayar 2 bulan gaji sesuai kesepakatan.

“Nah ada sekuriti perusahaan yang mengambil video. Massa kemudian marah. Buntutnya ada satu buruh yang diduga dipukul sekuriti, dan ada ancaman preman dan sekuriti bayaran perusahaan, mau menyerang buruh (yang di-PHK),” ungkap warga itu.

Mendengar ancaman itu, warga dan massa lebih banyak bergabung mendatangi kantor perusahaan dan membakarnya.

“Nah tadi pagi sekitar jam 10.30 WIB, buruh kembali ke kantor perusahaaan, mengamuk dan membakar kantor. Sekarang buruh kembali ke mess,” sebutnya lagi.

Dikonfirmasi merdeka.com, Kapolres Kutai Timur AKBP Teddy Ristiawan tidak membantah peristiwa itu. Kendati demikian, dia belum bisa memberikan penjelasan lebih detail.

“Nanti ya, saya masih di TKP,” kata Teddy.

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *