Kejaksaan Dukung Sanksi Tak Pakai Masker, Balikpapan Tunggu Gubernur

Kepatuhan warga masyarakat terhadap protokol kesehatan Covid-19 masih rendah.

Di jalan raya bisa dilihat cukup banyak yang tak memakai masker.

Beberapa daerah telah menerapkan sanksi tegas berupa denda, semisal di Provinsi Jawa Barat.

Di Provinsi Kalimantan Timur, aturan serupa sebetulnya telah dibuat, setidaknya dimulai oleh Pemkot Balikpapan.

Namun penerapannya ditunda.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengatakan Perwali yang mengatur sanksi terhadap pelanggar pelaksanaan protokol kesehatan sampai saat ini masih menunggu turunnya Peraturan Gubernur Kaltim.

“Kelanjutan Perwali kita tunda. Kita akan tunggu Pergubnya dulu. Jadi menyesuaikan Pergub,” tuturnya dikutip pada Sabtu (18/07/2020).

Rizal menjelaskan sanksi bagi pelanggar sempat diwacanakan agar dimasukan dalam draf Perwali.

Sanksi ini mengikuti aturan dari pemerintah pusat.

“Itu berawal dari instruksi Presiden kepada para Gubernur. Sanksi itu bersumber pada Perpres atau Kepres yang dikeluarkan Presiden,” kata Rizal.

DUKUNGAN KEJAKSAAN

Rencana menerapkan sanksi bagi warga yang tak mengenakan masker saat berada di luar, mendapat dukungan pihak Kejaksaan.  

Kejaksaan Negeri Balikpapan bahkan tengah berkoordinasi dengan Pemkot terkait aturan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Kepala Kejari Balikpapan, Josia Koni menilai perlu ada sanksi tegas bagi masyarakat yang tak mematuhi protokol kesehatan.

“Khususnya bagi mereka yang tidak menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah,” tegasnya, Jumat (17/07/2020).

Sanksi tersebut, sambung Koni, karena kesadaran masyarakat dinilai masih sangat kurang dalam mematuhi protokol kesehatan.

Ia juga meminta sebelum regulasinya diterbitkan, perlu melakukan sosialiasi yang gencar agar para warga mengetahuinya.

“Saya sedang berkoordinasi dengan Pemkot untuk mengeluarkan peraturan dan juga sanksinya. Pak Wali Kota, masih menunggu Inpresnya,” lanjut Josia Koni.

Kejari Balikpapan juga melakukan sosialisasi terkait protokol kesehatan.

Pihaknya membagikan ribuan face shield dan masker yang dibagikan di empat pasar tradisional.

“Kami membagikan sebanyak 1.250 face shield dan 6.000 masker kepada para pedagang. Ini sekaligus memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke-60 Kejari,” jelasnya.

Dipilihnya pasar tradisonal menjadi lokasi pembagian masker dan face shield lantaran sebagai lokasi interaksi masyarakat secara langsung.

Menurutnya pembagian face shield ini kegiatan pertama kali yang dilakukan instansi pemerintah di Balikpapan.

“Kejari Balikpapan hanya mengawali pembagian face shield. Kami mencoba menjadi trigger, diharapkan instansi atau dinas berkompeten akan mengembangkannya,” ujar Koni.

(Artikel ini sebelumnya terbit di mediaindonesia.com/read/detail/329433-kejari-balikpapan-dorong-aturan-penggunaan-masker)

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda