Kejanggalan Seperti yang Diungkap Mahfud MD Pernah Ada di Kemenag Kaltim?

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Jumat (15/3/2019) pekan lalu, benar-benar menggegerkan Tanah Air.

Maklum saja, kasus ini melibatkan tokoh politik kondang Romahurmuziy yang lantas membuatnya terpental dari kursi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Ia diduga menerima suap Rp300 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik M Muafaq Wirahadi.

Duit sogokan itu diduga terkait proses seleksi jabatan di Kemenag.

Sebab, Romy dinilai keduanya mampu bekerja sama dengan pihak-pihak tertentu di internal Kemenag untuk memengaruhi hasil lelang jabatan.

Nah, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengaku sudah jauh hari menemukan kejanggalan di Kemenag.

Hal ini disampaikannya saat menjadi narasumber di acara Kabar Petang TV One, Jumat 15 Maret 2019 lalu atau bebarapa saat usai Romahurmuziy diberitakan ditangkap KPK.

“Saya belum bicara kasus jual beli jabatan ya, tetapi penentuan jabatan-jabatan (di Kemenag) itu banyak yang tidak wajar,” ujar Mahfud MD.

“Orang dipindah mendadak, orang yang layak menjabat ternyata tidak. Orang yang menang pemilihan pun jadi kalah jadi tidak diangkat. Memang aturannya sih itu semua terserah menteri tapi ketika kita coba komunikasikan tidak berdaya, ada tangan lain yang menentukan, lanjutnya.

Bagi pembaca yang ingin menyimak lengkap wawancara tersebut, silakan tonton rekaman videonya di tautan kanal Youtube TV One pada bagian akhir artikel ini.

KEMENAG KALTIM

Berkaitan pernyataan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Profesor Mahfud MD di atas, terdapat satu kalimat yang sangat menarik perhatian redaksi HarianKaltim.com.

Yakni adanya orang atau pejabat yang dipindah mendadak.

HarianKaltim.com beberapa bulan lalu pernah melansir berita tentang mutasi Kepala Kanwil Kemenag Kaltim yang terkesan mendadak.

Selengkapnya dapat dilihat di tautan berikut ini.

Kala itu, Kepala Kemenag Kaltim, Drs H Saifi MPd menceritakan, sehari sebelum acara pelantikan di Jakarta, ia sudah berada di ibukota itu namun untuk menghadiri undangan Kementerian keuangan.

Namun tak disangka, di tengah perjalanan ia mendadak ditelepon oleh Biro Kepegawaian Kemenag RI untuk menghadiri pelantikan.

Ia kemudian bertukar posisi dengan Drs H Sofyan Noor Msi yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Administrasi Umum Akademik dan Kemahasiswaan IAIN Antasari Banjarmasin.

Dikutip dari laman resmi Kemenag, pelantikan Saifi dan Sofyan Noor dilakukan pada 22 Desember 2017.

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *