Ketua KPK Ungkap Fee Proyek di Kutim Ditampung 2 Pejabat Ini

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komjen Firli Bahuri membeberkan penyebab seseorang melakukan tindak pidana korupsi.

Menurutnya, banyak faktor yang membuat oknum tertentu berani menyalahgunakan kekuasaan hingga mengambil uang rakyat.

“Korupsi terjadi karena banyak faktor, dan tidak ada sebab tunggal orang melakukan korupsi. Banyak teori terkait dengan sebab-sebab terjadinya korupsi,” ujar Firli saat dikonfirmasi, Selasa (7/7/2020).

Firli menyebut, penangkapan terhadap Bupati Kutai Timur Ismunandar dan Ketua DPRD Kutai Timur Encek Unguria Firgasih membuktikan hal tersebut.

Ismunandar dan Encek merupakan pasangan suami istri yang dijerat dalam kasus dugaan suap proyek infrastruktur di Kutai Timur.

“Penangkapan tersangka korupsi di Kutai Timur membongkar relasi korupsi dan nepotisme. Para pejabat yang menduduki jabatan membuktikan bahwa pengaruh kuat nepotisme terhadap korupsi,” kata Firli.

Menurut Firli, dalam tindak pidana korupsi yang menjerat Ismunandar dan Encek membuktikan betapa lancarnya kongkalikong yang diperlihatkan keluarga.

Firli mengatakan, sebuah proyek disusun oleh Ismunandar dan disetujui oleh Encek.

“Proyek disusun Pemda dan disetujui Ketua DPRD, kemudian dicarikan rekanan yang merupakan tim sukses untuk Pilkada bupati,” ujarnya.

Ditambahkan, proyek dikerjakan Dinas PUPR dan Dinas Pendidikan, yang kemudian bupati Kutim menjamin tidak ada relokasi anggaran di Dinas Pendidikan dan PUPR.

Fee proyek ditampung oleh Kepala BPKAD dan Kepala Bapenda untuk kepentingan Bupati Kutim,” kata dia. (lip6)

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda