KPPU Tangani Banyak Perkara Tender di Balikpapan

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) banyak menemukan perkara tender di Kota Balikpapan.

Hal itu disampaikan Komisioner KPPU Periode 2018-2023 Guntur Syahputra Saragih dalam keterangan pers, dikutip Rabu (04/09/2019).

“Berdasarkan temuan KPPU, Kalimantan khususnya di Balikpapan merupakan tempat yang paling banyak penanganan perkara tender,” kata dia.

Ditambahkan, Kantor Wilayah (Kanwil) KPPU di Balikpapan sudah banyak menangani perkara tender.

Tahun 2018, Kanwil di Balikpapan menjadi salah satu kanwil yang paling banyak menangani perkara tender,” ujarnya.

KPPU, kata dia, akan memberikan sumber daya yang lebih banyak di kanwil Kalimantan Timur.

“Akan terjadi banyak pesekongkolan karena ­suplainya itu di sana, dan akan ada banyak yang diuntungkan, karena itu kami akan menambahkan banyak kanwil di wilayah Kalimantan Timur.”

IBU KOTA BARU

KPPU mewanti-wanti adanya potensi persekongkolan dalam proses pembangunan ibu kota baru di Bumi Etam.

Potensi ini timbul seiring besarnya kebutuhan pengadaan dalam rentang yang singkat.

“Kalau ada pengadaan masif dalam waktu singkat ada potensi persekongkoloan. Bisa saja ada pihak yang diuntungkan,” ucap Guntur.

Guntur mengatakan pengadaan ini nantinya berkaitan dengan berbagai kebutuhan barang dan jasa di ibu kota baru.

Ia menyoroti adanya potensi dalam aktivitas tender yang akan membludak sehingga menciptakan potensi persekongkolan antara pelaku usaha dan pihak pemerintah.

Dengan demikian, menciptakan iklim tidak sehat di antara pelaku usaha.

KPPU, kata Guntur, telah beberapa kali menangani perkara tender yang berujung pada persekongkolan.

Ia mendapati adanya celah kelalaian dalam proses pengadaan dan penyediaan kebutuhan barang dan jasa.

Belum lagi dalam proses pengadaannya akan berada dalam kondisi ayng relatif tidak seimbang.

Maksudnya, ketersediaan suplai atau penawaran dkhawatirkan akan dikuasai oleh sejumlah pihak tertentu padahal kebutuhannya cukup besar.

“Pengalaman kita seperti di Aceh. Ketika ada suplai begitu besar. Ketika menjadi ibu kota akan banyak pengadaan barang dan jasa di tempat baru yang penyedianya belum punya supplai cukup untuk itu,” terang Guntur.

Karena itu lah, kata dia, KPPU akan mengintensifkan pengawasan di Kalimantan Timur, terutama melalui kantor wilayah di Balikpapan.

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda