Mahasiswa Kost dan Santri Ikut Kebagian Sembako

Memasuki fase relaksasi tahap dua, Pemkot Samarinda kembali menyalurkan bantuan sosial kepada warga yang terdampak selama pandemi Covid-19.

Jika bantuan sebelumnya telah tersalurkan sebanyak 34.000 lebih pada Mei kemarin, maka bantuan tahap kedua ini 77.000 paket sembako.

Disalurkan kepada lansia, pengemudi ojek online, mahasiswa yang berdiam sementara di Samarinda, para santri dan kaum (marbot) masjid dan penjaga gereja, serta rumah ibadah lainnya.

“Jumlah bantuan tahap dua ini memang lebih banyak dari sebelumnya. Karena kita harap warga yang terdampak dari segi ekonomi selama Covid-19 bisa menerima semua. Jadi tidak ada lagi yang tertinggal,” ungkap Walikota Syaharie Jaang saat menyerahkan secara simbolis, Jumat (19/06/2020) pagi, di Perumahan Graha Indah, Jl Pangeran Suryanata.

Menurut Jaang, tak sedikit mahasiswa dan para santri yang menimba ilmu di Kota Tepian ini tidak bisa kembali ke kampung halaman karena imbas pandemi Corona.

“Kasihan mereka ini, menurut data yang saya terima mahasiswa di Samarinda ada yang berasal dari Jawa, Sumatera hingga Papua, sehingga paket bantuan yang kita salurkan ke mereka sebanyak 3.100 paket, sedangkan untuk santri kita siapkan sebanyak 220 paket,” kata Walikota.

Ia menambahkan, semua paket sembako tersebut diambil dari anggaran sisa APBD Kota Samarinda.

Sedangkan paket untuk kaum masjid dan penjaga gereja diambil dari dana infaq pegawai Pemkot Samarinda.

Selain menyalurkan paket Sembako, pagi itu Walikota juga berkesempatan untuk meresmikan bangunan Posyandu Lansia di Perumahan Graha Indah, Kelurahan Air Putih.

Demikian dikutip dari siaran pers Pemkot Samarinda.

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda