MUDIK 2018 – Petugas Temukan 10 Bis Bermasalah Serta Jalan Berlubang dan Berbahaya

Dalam mengamankan Arus Mudik Idul Fitri 2018 Senin (11/06/2018) Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim melakukan pemeriksaan kendaraan di lapangan atau dikenal dengan sebutan ramp check.

Dimulai dari Terminal Samarinda Seberang, berakhir di kantor Djawatan Angkoetan Motor Republik Indonesia (DAMRI) di Jalan AW Sjahranie, Samarinda Utara.

Hasilnya, ditemukan 7 kendaraan yang tak layak jalan.

Di Terminal Samarinda Seberang, tujuh di antara 55 bus bermasalah fisik maupun administrasi.

Sementara itu, di Terminal Sungai Kunjang, tiga di antara tujuh unit mengalami masalah serupa.

Padahal, jalur yang dilalui sangat vital dan rawan.

KBRN Samarinda melaporkan, khususnya di poros Samarinda-Balikpapan, jalur yang berkelok serta berlubang tentu memengaruhi kendaraan.

Sementara itu, jalur yang dilintasi bus tujuan Banjarmasin, Kalsel, ada titik paling rawan dan sangat rentan kecelakaan, yakni di Gunung Rambutan, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser.

Jalur tersebut merupakan daerah yang paling berbahaya.

Selain jalur menuju Balikpapan, jalan mengarah ke Bontang tak kalah rawan.

Tak sedikit nyawa melayang akibat kecelakaan.

Oleh sebab itu, pemeriksaan lanjutan bakal berlanjut pada H-1 arus Mudik.

“Kalau kerusakan fisik, dipastikan tak akan digunakan sebagai operasi angkutan Lebaran. Kalau bermasalah dengan surat masih boleh,” tutur Kepala Dishub Kaltim, Salman Lumoindong.

Ia menjelaskan, pengecekan dilakukan agar angkutan umum siap digunakan untuk mudik.

“Kami perlu melihat, apakah kendaraan yang dipakai itu layak atau tidak,” ujarnya.

Disampaikan pula, pengecekan dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan saat mudik.

“Selain surat-surat, kami juga mengecek rem dan komponen lain pada angkutan. Jangan sampai hal ini menjadi penyebab kecelakaan,” sambungnya.

Selain itu, pengecekan kendaraan dilakukan di kantor Kangaroo Travel.

Menurut Salman, pengecekan juga berlaku untuk angkutan umum milik mitra.

“Hari ini yang kami cek khusus angkutan darat antarprovinsi (ADAP), serta angkutan darat dalam provinsi (ADDP). Termasuk angkutan mitra seperti Kangaroo,” terangnya.

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *