Mugni, Guru Murah Senyum Itu Telah Berpulang

Innalillahiwainnailaihirojiun.

Telah berpulang ke rahmatullah, Mugni Baharuddin, tokoh pendidikan dan kesenian Kota Samarinda.

Almarhum yang dikenal luas dan pernah memegang sejumlah jabatan penting itu meninggal dunia pada Jumat (14/12/2108) malam, sekitar pukul 21.20 WITA.

Pria ramah kelahiran Kembang Janggut (Kukar) 11 Nopember 1955 ini dikenal sangat santun dan murah senyum.

Kepergian dalam usia 63 tahun, almarhum meninggalkan seorang istri, 3 anak dan 3 cucu.

Kediaman almarhum di Jalan Sentosa, Gang Kenangan 8 Samarinda, hingga Sabtu pagi sudah dipadati pentakziyah.

Tampak Wakil Gubernur Hadi Mulyadi, para pejabat Pemkot Samarinda dan anggota DPRD Samarinda.

Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan oleh Assisten II Sekkot Samarinda, Endang Liansyah tak dapat menahan tangisnya saat mengenang Mugni, sosok guru yang pernah mengajar dirinya.

“Dia (Mugni) orang yang baik, guru, sahabat, kakak. Semoga amalnya diterima di sisi Allah SWT,” tuturnya.

Sebelum menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Samarinda, Mugni sempat bertugas sebagai Kepala SMAN 3 Samarinda, Kabid Pendidikan dan Umum Kaltim, Kepala Bappeda dan pensiun menjabat sebagai Kadisnaker Samarinda.

Selepas purna tugas sebagai PNS, almarhum mengabdi sebagai dosen di Universitas 17 Agustus Samarinda.

Di mata para sahabat, almarhum merupakan orang baik dan sosok apa adanya.

Salah satu yang merasakan sangat kehilangan adalah Ibnu Araby, kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Samarinda.

Ibnu cukup lama bersama almarhum saat bertugas di Dinas Pendidikan Kota Samarinda.

Meski sebagai pucuk pimpinan, namun sikap Mugni terhadap para bawahannya sangat kekeluargaan.

“Beliau adalah sahabat, saudara, sekaligus orangtua bagi kami,” ungkap Ibnu yang merintis karir sebagai staf, kepala seksi, kepala bidang hingga kepala Dinas Pendidikan.

Sementara, adik almarhum yang saat ini menjabat Assisten III Sekkot Samarinda, Burhanuddin mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh kerabat yang hadir dan ikut mendoakan.

“Kami sekeluarga meminta maaf apabila semasa hidupnya almarhum memiliki perbuatan atau perkataan yang sengaja atau tidak, agar dibukakan pintu maaf,” ucap Burhan.

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *