‘Om Berduit’ di Samarinda Booking Rp20 Juta ‘Perawan Palsu’

Berbagai cara dilakukan para pelaku bisnis prostitusi untuk memenuhi permintaan pria hidung belang yang ingin menikmati gadis perawan.

Mereka juga mengaku memiliki obat untuk mengembalikan keperawanan seseorang, sehingga saat berhubungan intim mengeluarkan darah, meski sang perempuan sudah tak lagi perawan.

Modusnya, dengan memasukkan obat kapsul berisi cairan berwarna serupa darah ke dalam organ intim si PSK.

Para ‘perawan palsu’ itu berasal dari Bogor, sedangkan pelanggannya hingga dari Kalimantan Timur, tepatnya Kota Samarinda,.

“Transaksi ini lintas provinsi karena beberapa kejadian mereka kirimkan sampai Samarinda. Jadi, korbannya ada warga Bogor dan luar Bogor,” kata Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni dikutip dari Republika, Minggu (27/10/2019).

Saat ini polisi telah mengamankan muncikari Y (28 tahun) dan GG (29 tahun) yang bertugas mencari PSK dari gadis-gadis desa yang membutuhkan uang.

Keduanya menjajakan PSK melalui media sosial seperti Whatsapp, Instagram, Facebook, hingga WeChat.

Berdasarkan pengakuan salah seorang PSK berinisial KO (20 tahun), sang muncikari memintanya menggunakan kapsul perawan.

KO mengaku telah menggunakan kapsul perawan sebanyak tiga kali seblum melayani pria hidung belang.

Tak tanggung-tanggung, harga yang dipatok untuk pelayanan PSK sebesarRp 20 juta.

Peraturan transaksi pun cukup ketat.

Sebelum mengencani PSK, ‘om berduit’ harus membayar uang muka sebesar Rp3 juta dan harus ditransfer ke rekening muncikari.

“Setelah diterima uang Rp3 juta, korban (PSK) dibawa ke hotel yang sudah ada pelanggannya di sana. Nanti untuk sisanya karena sudah sepakat Rp 20 juta untuk kategori perawan, Rp 17 jutanya diberikan setelah selesai,” kata dia.

Hingga saat ini, Joni menyebut masih menelusuri jumlah PSK yang dinaungi Y dan GG.

Sebab, berdasarkan jejak digital masih terdapat setidaknya sejumlah jaringan PSK yang berasal dari berbagai kalangan dan profesi.

“Kita belum bisa pastikan. Kalau di chat Whatsapp mereka ada sekitar 25 orang. Ada yang dari desa, pelajar ada juga yang freelance tergantung kebutuhan pelanggan,” kata dia.

Terkait keterlibatan PSK yang berada di bawah umur, Joni belum dapat memastikan. Dia menyatakan, masih terus melakukan penyelidikan.

“Ini masih dalam penyelidikan kita, apakah ada atau tidak. Tapi, sementara yang kita lakukan pemeriksaan kemarin itu kategorinya bukan di bawah umur,” ujar dia.

Joni mengatakan, kasus tersebut termasuk dalam tindak pidana perdagangan orang (trafficking).

Dengan begitu, Y dan GG dijerat dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

BERBAHAYA

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bogor, dr Zainal Arifin, menjelaskan keluarnya darah pada bagian kewanitaan.

Normalnya, Zainul mengatakan, pada bagian intim wanita terdapat hymen yang dapat mengeluarkan darah ketika terjadi gesekan.

“Kalo perawan itu ada hymen. Jadi, lubang vaginanya itu ada selaput darah. Itu ada yang total, ada yang setengah. Normalnya tidak menutup semua lubangnya, hanya sebagian itu,” kata Zainal.

Jika terjadi gesekan pertama antara kelamin dan kemaluan laki-laki, hymen tersebut akan pecah sehingga bagian kewanitaan akan mengeluarkan darah.

Namun, keluarnya darah hymen tak sukar terjadi pada hubungan intim yang kedua.

Zainal menyatakan, obat yang dipergunakan oleh muncikari dibuat seperti hymen. Sebab, begitu terjadi gesekan, kapsul itu akan pecah.

“Saya enggak habis pikir itu. Itu mah akal-akalan saja. Intinya gini, itu hanya membuat kesan bahwa itu hymen. Jadi seorang lelaki seolah-olah mendapat kepuasan seksual karena keluarnya darah,” ujar dia menjelaskan.

Meskipun belum mengetahui komponen dan bentuknya, Zainal menyatakan, kapsul tersebut berbahaya bagi penggunanya.

Sebab, benda yang masuk ke bagian kewanitaan belum tentu terjamin kesterilannya yang dapat mengakibatkan infeksi pada bagian kewanitaan.

“Ya karena ada benda asing itu berbahaya. Jadi, bagi pengguna jangan sampai pakai itu karena itu rawan dan berbahaya,” kata dia.

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *