Pelabuhan Feri Penajam Sudah Mulai Sepi

Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sudah memberlakukan larangan mudik pada 6 Mei lalu. Nampak pos terpadu guna pengetatan dan pemeriksaan bagi warga yang ingin berpergian di wilayah Kabupaten PPU, seperti di pelabuhan feri, pelabuhan speedboat serta pelabuhan kelotok.

Menurut laporan salah satu petugas Posko Terpadu Iptu PrasetyoW, kepada Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Kalimantan Timur (Kaltim) Brigjen Hariyanto saat meninjau Posko Terpadu Polres PPU, di pelabuhan feri Penajam, Sabtu (08/05/2021), warga yang berpergian saat ini nampak relatif sepi.

Wakapolda saat mengunjungi Pos Terpadu PPU didampingi Wakil Bupati PPU Hamdam, Dandim 0913 PPU Letkol Inf Dharmawan, Kapolres PPU AKBP Hendrik Hermawan, Ketua DPRD PPU Jhon Kenedi, Plt Sekda PPU Muliadi beserta jajarannya.

Dalam penjelasannya Iptu Prasetyo mengatakan, saat ini kendaraan yang datang dan menyeberang melalui pelabuhan feri didominasi kendaraan seperti truk fuso yang membawa sembako, bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG.

Adapun kendaraan penumpang dinyatakan tidak ada.

Di saat yang sama, Wakapolda pun menanyakan tindakan yang dilakukan di Pos Terpadu bila ditemukan kendaraan membawa penumpang dari luar daerah atau antar provinsi apa tindakan Satuan Tugas (satgas).

Iptu Prasetyo pun menjawab, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Satgas dan Dinas Kesehatan untuk melakukan tindakan berupa rapid test.

Bila terkonfirmasi positif maka langsung dikarantina,” ujarnya sebagaimana dikutip dari rilis Diskominfo PPU.

Wakapolda memuji upaya Satgas yang didukung masyarakat bahwa kondisi di PPU saat ini tergolong zona orange.

Untuk itu, ia menyampaikan terima kasih seraya menyerukan agar masyarakat tetap mendukung upaya bersama, dengan cara taat terhadap protokol kesehatan minimal selalu memakai masker.

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda