Pembebasan Lahan Tol Bal-Sam Ternyata Masih Belum Selesai, Ini 2 Lokasinya

Masalah lahan masih menjadi persoalan tersendiri bagi proyek pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda (Bal-Sam).

Pembebasan lahan warga yang menjadi jalur tol tersebut masih ada yang belum terselesaikan hingga saat ini.

Manager PT Wijaya Karya (Wika), Doddy Arief Wibowo mengatakan bahwa pembangunan jalan tol pertama di Kalimantan sepanjang 99 kilometer itu terbagi dalam 5 seksi dan dikerjakan lebih dari satu kontraktor.

“Untuk persoalan pembebasan lahan yang belum tuntas, salah satunya terjadi di seksi 5, yakni daerah Balikpapan Timur dan Balikpapan Utara. Pengerjaan proyek nasional tersebut di daerah itu sedikit terhambat, karena pembebasan lahan yang belum tuntas,” katanya di Balikpapan, Selasa (5/3/2019).

Doddy menyebut bahwa pihaknya mengerjakan sepanjang 1,6 kilometer, dengan masa kontrak Januari 2019.

“Kita memang kejar tayang. Kendalanya masalah lahan. Karena pembebasan lahan belum selesai. Pengerjaan di lapangan sudah 10 persen. Kita kebut, kerja siang malam. Per shif. Pengadaan peralatan di lapangan kita udah full juga. Pengerjan sebagian sudah berjalan. Persoalannya tinggal pembebasan lahan ini,” katanya.

Selain di pengerjaan seksi 5, persoalan pembebasan lahan yang belum tuntas juga membayangi pengerjaan di seksi 4.

Menurut Dirut PT Jasa Marga Balikpapan Samarinda STH Saragi mengatakan pengerjaan seksi 4 ini yakni daerah Palaran, Samarinda.

“Seksi 2, seksi 3 dan seksi 4 itu dikerjakan Jasa Marga. Itu totalnya sekitar 66 kilometer. Sekarang progresnya sudah 85 persen. Untuk konstruksinya. Sementara untuk pembebasan lahan sudah 99 an persen. Kita sekarang tinggal menunggu pembebasan lahan yang sisanya. Kita kerjakan ini juga. Dikawal kepolisian, dari Pam Obvit Polda Kaltim,” kata Saragi.

Persoalan lain yang dihadapi pihaknya, lanjut Saragi, adalah kondisi tanah dan cuaca.

“Kondisi tanah lunak. Sehingga kita harus mengubah desainnya. Yang sebelumnya pembangunan jalan di atas tanah, kini kita ubah kontruksi dengam menambahkan tiang pancang. Kondisi ini sepanjang 22 kilometer. Ubah desainnya, ada tambahan biaya,” tambahnya.

Sementara kondisi cuaca yang sering hujan mengakibatkan pengerjaan mengalami sedikit hambatan.

“Kadang harus kucing-kucingan dengan hujan untuk saat ini. Karena sekarang kan sering hujan. Sementara kita dikejar waktu. Waktu pengerjaan juga kita sampai malam. Sif-sifan,” katanya.

Dengan capaian progres 85 persen saat ini, lanjut Saragi, pihaknya menargetkan penyelesaian pengerjaan proyek tersebut bulan Mei mendatang.

“Seksi 3 udah hampir kelar, seksi 2 juga hampir kelar. Dan yang terakhir kita kerjakan ini seksi 4. Bulan 4 atau 5 untuk kontruksinya sudah kelar. Kontraknya kita sampai Juli 2019,” katanya.

Seperti diketahui, pengerjaan proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda secara keseluruhan dimulai pada 12 Januari 2011. Proyek tersebut diresmikan gubernur Kaltim saat itu, Awang Faroek Ishak.

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda