Peneliti Blusukan di Kaltim, Jangan Kaget Lihat yang Ditemukannya di Pedalaman Mahakam

Luas wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) seperti diketahui merupakan salah satu provinsi terluas di Indonesia.

Infrastruktur dasar berupa jalan masih terus diperlukan di daerah kaya sumber daya alam ini.

Salah satu kabupaten baru yang membutuhkan infrastruktur transportasi adalah Mahakam Ulu (Mahulu).

Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang, Djoko Setijowarno rupanya beresempatan blusukan ke kabupaten di pedalaman Mahakam tersebut.

“Kini, kondisinya masih terbatas dan perlu banyak pembangunan,” Djoko yang dikenal sebagai peneliti dan pakar transportasi, Sabtu (14/4/2018).

Ia bercerita, untuk menuju kabupaten Mahulu bisa menggunakan transportasi udara, sungai dan darat.

Bandara Datah Dawai berjarak sekitar 170 km dari Ujoh Bilang, ibukota Kabupaten Mahulu.

Terbang dari Samarinda butuh 1,5 jam menggunakan pesawat Susi Air kapasitas 14 penumpang.

Ini merupakan penerbangan perintis yang mendapat subsidi dari pemerintah,” jelas Djoko.

Perjalanan menuju ke Ujoh Bilang masih berlanjut dengan speedboat Rp400 ribu per orang selama 3-4 jam tergantung kondisi air sungai.

Musim kemarau, transportasi sungai mengalami kendala. Air surut,” papar Djoko.

Jika menggunakan jalan darat penghubung Samarinda – Sendawar – Ujoh Bilang, menurut dia, harus ditempuh selama 18 jam.

“Sendawar (Tering) – Ujoh Bilang yang beraspal kurang lebih 5 km. Selebihnya, masih berupa jalan tanah dan ada yang sudah berbutir (koral),” terang Djoko menjelaskan temuannya di lapangan.

Jalan yang sudah beraspal, antara Samarinda – Sendawar (330 km) ditempuh 7 – 8 jam. “Namun kondisi lapisan aspal belum sebaik di Jawa,” urai dia.

“Dari Sendawar – Ujoh Bilang jaraknya 170 km. Kondisi jalan sebagian besar berupa tanah dan berkubang,”  tukas Djoko.

Selanjutnya, jika seluruh jaringan jalan sudah beraspal mulus, perjalanan bisa ditempuh 8-10 jam.

“Kini, warga Mahakam Ulu mendambakan jalan ini bisa segera selesai dibangun, supaya bisa dimanfaatkan. Kementerian Perhubungan juga sekarang bisa membantu pengadaan bus perintis,” tegas Djoko.

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *