Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Kembali Melambat, Ini Penyebab Utamanya

Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur triwulan III-2017 kembali mengalami perlambatan yang hanya tumbuh 3,5 persen (yoy), atau sedikit lebih rendah ketimbang triwulan sebelumnya yang mampu tumbuh sebesar 3,6 persen (yoy).

“Pertumbuhan ekonomi Kaltim pada triwulan III-2017 ini searah dengan perkiraan kami sebelumnya dengan capaian yang lebih baik,” ucap Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kaltim Muhammad Nur di Samarinda, Jumat (22/12/2017).

Namun demikian, perlambatan ekonomi Kaltim tidak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang mengalami peningkatan, yakni dari 5,0 persen (yoy) di triwulan II-2017 menjadi 5,1 persen (yoy).

Seperti dilansir dari Kantor Berita Antara, ia melanjutkan bahwa perlambatan kinerja lapangan usaha pertambangan menjadi penyebab utama deselerasi ekonomi Kaltim triwulan III ini.

Berdasarkan pangsanya, pertambangan masih mendominasi perekonomian Kaltim triwulan III yang sebesar 43,3 persen, kemudian industri pengolahan menduduki peringkat kedua dengan pangsa sebesar 20,5 persen.

Selanjutnya adalah sektor konstruksi, pertanian dan perdagangan yang masing-masing memiliki pangsa 8,3 persen, 8,1 persen dan 5,6 persen pada triwulan III tersebut.

Di sisi pengeluaran, perlambatan ekonomi Kaltim triwulan III dipengaruhi oleh kinerja konsumsi pemerintah dan investasi yang terkontraksi, termasuk adanya penurunan surplus perdagangan antardaerah.

APBD pemerintah daerah di wilayah Kaltim tahun 2017 yang ditetapkan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya menyebabkan kemampuan fiskal pemerintah daerah Kaltim menjadi terbatas.

Sementara itu, perlambatan investasi yang dipengaruhi oleh penurunan kinerja investasi bangunan juga menjadi penyebab utama perlambatan ekonomi Kaltim triwulan III.

Namun demikian, berlanjutnya peningkatan harga komoditas internasional mampu mendorong kinerja ekspor luar negeri Kaltim tumbuh lebih baik, sekaligus menjadi penahan laju perlambatan ekonomi Kaltim triwulan III 2017.

“Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Kaltim 2017 akan mengalami perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya, walaupun masih terbatas,” tuturnya.

Perkembangan ekonomi global dan tren harga komoditas yang terus mengalami perbaikan diyakini menjadi pendorong utama perbaikan ekonomi Kaltim tahun 2017.

Ia juga meyakini bahwa penguatan ekonomi domestik melalui percepatan pembangunan infrastruktur dan perbaikan iklim investasi akan turut mendukung peningkatan kinerja ekonomi Kaltim ke depan.

“Bank Indonesia terus mengamati berbagai indikator makro ekonomi global, nasional dan regional, termasuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas makro ekonomi,” ucap Nur.

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda