Pimpin PDIP Kaltim, Djarot Langsung Fokus Pilgub dan Pilbup PPU

DPP PDIP menunjuk mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD PDIP Kalimantan Timur.

Di Balikpapan, Djarot mengutarakan, dia bergegas tancap gas konsolidasi internal jelang Pilgub Kalimantan Timur 2018 mendatang.

“Ya, ini konsolidasi karena Ketua DPD (Dodi Rondonowu) sudah diputus inkrah. Maka, segera diisi jabatan sebagai Ketua DPD,” kata Djarot, ditanya wartawan saat berada di kantor DPC PDIP Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (28/11/2017).

“Kami ditunjuk untuk memimpin (PDIP) Kaltim. Konsolidasi, utamanya mempersiapkan agenda partai ke depan dalam jangka pendek. Salah satunya, masalah Pilgub dan Pilbup PPU,” ujar Djarot.

Saat ini, menuju Pilgub Kaltim 2018, Djarot menegaskan, PDIP tengah mempersiapkan pelatihan saksi dari partai agar siap mengawal Pilgub dan Pilbup PPU hingga Pilpres 2019.

“Disepakati, partai solid dan berjuang maksimal memenangkan Pilkada Kaltim. Tengah bulan Desember nanti, calon (dari PDIP) akan kita sampaikan ya,” terang Djarot.

“Sekarang yang penting mempersiapkan infrastruktur dulu, dan kita lakukan evaluasi sampai ke pengurus ranting,” ungkap Djarot.

Lebih jauh dia menjelaskan, politik di Kalimantan Timur, berjalan dinamis.

Bahkan, Djarot sempat menyebut nama Rita Widyasari, Bupati Kutai Kartanegara nonaktif yang juga bakal calon Gubernur dari partai Golkar.

“Di Kaltim ini cukup dinamis pascakasus Ibu Rita ya. Kita terus pantau. Banyak sekali potensial di Kaltim. Saya jadi Plt sampai kita menang di Pilgub,” terang Djarot.

“Kaltim ini luas, kaya dan banyak sumber daya alam. Juga soal lingkungan harus sejalan,” sebut Djarot mengingatkan.

Lantas, bagaimana PDIP menyikapi nama Safaruddin, yang saat ini masih aktif menjabat Kapolda Kalimantan Timur berpangkat Irjen?

Sebab sebelumnya, Safaruddin telah melamar ke DPP PDIP untuk maju di Pilgub Kaltim.

“Belum. Belum tahu saya (soal Safaruddin),” ujar mantan wakil Ahok di Pemprov DKI Jakarta itu.

Diketahui, Dodi Rondonowu yang juga sebelumnya Ketua DPD PDIP Kalimantan Timur, dan juga Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur tersangkut kasus korupsi dana asuransi bersumber APBD Kota Bontang.

Saat itu, Dodi sebagai anggota DPRD Bontang periode 2000-2004. Putusan terhadap Dodi, telah diperkuat oleh Mahkamah Agung.

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda