foto ilustrasi

PLN Tak Ada, Senter Jadi Barang Berharga Warga Desa di Perbatasan Kaltim Ini

Anda punya senter? Pasti yang terpikir adalah fitur yang biasanya terdapat di smartphone.

Dulu, senter harus menggunakan baterai yang dibeli di warung.

Kian besar ukuran senternya, maka baterai yang dibutuhkan pun bertambah jumbo.

Namun senter sepeti itu mungkin banyak di antara kita sudah melupakannya.

Kalau pun masih memiliki, entah ditaruh di mana.

Namun bagi sebagian warga nun di pelosok sana, senter adalah barang berharga.

Seperti yang dirasakan masyarakat sejumlah desa di perbatasan Provinsi Kalimantan Timur – Kalimantan Selatan.

Setidaknya ada lima desa di Kecamatan Muara Komam, Kabupetan Paser yang hingga kini masih bermimpi mendapat aliran listrik PLN.

Camat Muara Komam, Abdul Rasyid mengatakan kelima desa itu yakni Desa Binangon, Lusan, Muara Payang, Long Sayo, dan Swan Slutung.

“Harapan kami ini masuk dalam prioritas PLN tahun 2019 dan 2020. Untuk Kampung Mului mengharapkan dapat dibantu pembangkit listrik tenaga surya,” ujar Rasyid saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2019 di Kantor Kecamatan Komam, Kamis (14/2/2019).

Kampung Mului yang disebutnya itu merupakan komunitas masyarakat adat yang berada di Desa Swan Slutung.

“Kami meminta kepada pemerintah daerah agar dapat dibangun listrik di kampung kami, karena kalau malam penerangan kami menggunakan senter,” kata Kepala Adat Kampung Mului, Jidan, saat menerima kunjungan Camat Muara Komam di kampungnya, awal Februari silam.

Fasilitas listrik tenaga surya yang sudah dibangun pemerintah menurut Jidan masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat sehari-hari.

Genset yang digunakan untuk penerangan di kampung itu pun tidak optimal karena hanya digunakan hingga pukul 12.00 malam waktu setempat.

“Karena kalau ada tamu dari luar baru kami menghidupkan genset. Itu pun cuma cukup sampai jam 12 malam saja,” ucap Jidan.

Oleh karena itu, kata Jidan, besar harapan masyarakat Kampung Mului agar permohonan pembangunan fasilitas listrik di tempatnya dapat direalisasikan oleh Pemerintah Daerah.

“Kami harap permintaan kami dapat didengar dan direalisasikan,” harap Jidan.

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *