PPU Sudah Masuk Sekolah PTM Terbatas, Samarinda Rencana 7 September

Pelajar di Kabupaten Panajam Paser Utara (PPU) telah mulai masuk sekolah sejak Jumat 27 Agustus 2021.

Tentu saja, pelaksanaannya berupa pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Salah satunya adalah SDN 008, Kecamatan Waru.

“Meskipun kebijakan PTM ini masih terbatas, namun PTM di Kabupaten PPU mampu memberikan dampak positif dan angin segar bagi siswa-siswi, termasuk bagi anak saya,” ujar Dwi Agustina, salah seorang wali murid di SD tersebut, dikutip HarianKaltim.com dari Antara, Sabtu (28/08/2021)..

Kepala Disdikpora PPU Alimuddin menjelaskan, pihaknya berani melakukan PTM karena adanya regulasi yang mengatur, seperti Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri, instruksi Mendagri, dan surat edaran Bupati PPU.

“Ada payung hukum yang menjadi dasar kami, yakni protokol kesehatan standar, SKB empat menteri, Instruksi Mendagri Nomor 32, Surat Edaran Bupati PPU Nomor 255,” ujar Alimuddin.

Peraturan dari pusat hingga daerah, lanjutnya, sudah linier sehingga pihaknya tinggal melakukan evaluasi internal terhadap pelaksanaan di lapangan.

“Saat ini pembelajaran yang diterapkan menganut beberapa sistem, seperti ada sekolah yang menerapkan 50 persen tatap muka dan 50 daring. Ada juga yang sistem shift, yakni ada yang masuk pagi dan selebihnya masuk siang,” katanya.

Ada pula yang sebagian siswa mengikuti belajar daring dan sebagian lainnya PTM, sehingga semua siswa akan mendapat pelajaran secara bergiliran dengan sistem PTM maupun daring.

TIDAK MANDI

Sementara, Kota Samarinda rencananya akan memulai PTM terbatas pada 7 September mendatang.

Ini berarti setelah berakhirnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 pada 6 September mendatang.

Sedikitnya ada sebanyak 71 sekolah tangguh tahap kedua yang telah dipersiapkan Dinas Pendidikan (Disdik) kota Samarinda ditambah 14 sekolah tangguh tahap pertama mulai melakukan PTM bagi pelajarnya.

Wacana ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Persiapan PTM bersama Disdik dan Dinas Kesehatan yang dihadiri Kepala Sekolah se Samarinda dipimpin langsung Wakil Wali Kota Samarinda Dr H Rusmadi secara virtual di ruang kerja masing-masing, Kamis (26/08/2021).

Dengan situasi pandemi yang tanpa kepastian, kita tidak bisa berdiam diri sebagai anak bangsa. Kita tidak bisa membiarkan terus anak-anak kita yang tidak mandi saat mau sekolah secara daring,” ungkapnya sebagaimana dilansir Kominfo.

Belum lagi, sambung dia, sering main game di smartphone tanpa bisa terpantau.

Anak-anak kita juga sudah rindu dengan teman-temannya. Untuk itu tugas kita mempersiapkan agar PTM bisa berlangsung dengan aman dari penyebaran virus Covid-19. Seperti mempersiapkan sekolah tangguh ini,” ucap Rusmadi dalam arahanya.

Ia menjelaskan Disdik telah menyiapkan 71 sekolah tangguh tahap kedua bukan tanpa dasar melainkan dengan mengunjungi semua sekolah tersebut untuk memantau persiapannya.

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda