PPU Terpaksa Hentikan Pembangunan Bendungan, Ternyata Dipicu Persoalan Duit

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) sejak 2014 lalu memulai proses fisik pembangunan sebuah bangunan di daerah Lawe-lawe.

Kini sekitar tiga tahun berselang rupanya proyek tersebut akhirnya terpaksa dihentikan.

Ternyata pemicunya adalah persoalan duit.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang PPU, Supardi menejlaskan, pengerjaan Bendungan Lawe-Lawe dihentikan karena kemampuan keuangan pemerintah kabupaten sedang menurun.

“Kondisi anggaran pemerintah kabupaten mengalami penurunan, sehingga tidak ada anggaran untuk melanjutkan pengerjaan Bendungan Lawe-Lawe,” ujar Supardi ketika dihubungi Kantor Berita Antara di Penajam, Rabu (27/12/2017).

Hingga kini progresnya sudah mencapai 85 persen dari target.

Dari total kontrak pengerjaan senilai Rp129 miliar, serapan anggaran pembangunan baru sekitar Rp40 miliar.

“Pengerjaan Bendungan Lawe-Lawe itu resmi dihentikan pada November 2017, karena keterbatasan anggaran pemerintah kabupaten,” kata Supardi lagi.

Pemkab PPU sebetulnya sudah mengajukan bantuan pendanaan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, tapi sejauh ini belum mendapat balasan.

Jika bendungan yang telah diserahterimakan kepada pemerintah kabupaten tersebut tidak mendapat bantuan dari pemerintah pusat, menurut Supardi, anggaran pengerjaan lanjutannya akan dialokasikan pada APBD 2019.

Penyelesaian pembangunan Bendungan Lawe-Lawe di belakang lokasi WTP (water treatment plant) atau unit pengolahan air bersih PDAM Kabupaten Penajam Paser Utara itu, lanjut ia, masih membutuhkan anggaran lebih kurang Rp100 miliar.

“Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan kantor pengelola dan sarana penunjang seperti mekanikal elektrikal atau pintu air bendungan,” ujarnya.

Bendungan Lawe-Lawe seluas 200 hektare dan memiliki kapasitas 6,5 juta liter kubik untuk mendukung peningkatan pasokan air baku dan produksi air bersih Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Penajam Paser Utara itu, diperkirakan mampu meningkatkan produksi air bersih hingga 600 liter per detik.

Namun, menurut Supardi, Bendungan Lawe-Lawe belum dapat dioperasionalkan sebab ketinggian tanggul baru sekitar tiga meter dari perencanaan setinggi tujuh meter dari permukaan tanah.

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *