Preman Kampung Ditangkap, Warga Muara Jawa Gelar Syukuran

Keluar masuk penjara membuat MA dianggap preman kampung dan ditakuti warga masyarakat di Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartenegara, Kalimantan Timur.

Meski usianya sudah 61 tahun, namun pria ini masih akrab dengan dunia hitam.

Ia dikenal sebagai pengedar narkoba di kawasan perairan laut Muara Kembang dengan sistem barter menggunakan BBM solar.

Namun warga yang sudah terlalu gerah, akhirnya tidak tinggal diam.

Badan Narkotika Nasional (BNN) pun turun tangan, hingga kemudian petugas berhasil melakukan penyamaran dan meringkusnya, Senin (4/12/2017) malam lalu, sekitar pukul 20.00 Wita.

Mendengar kabar ini, warga masyarakat setempat langsung bersyukur dan menyambut gembira.

“Setelah kita tindak pelaku, respons masyarakat baik sekali dan senang, sampai menggelar syukuran,” ungkap Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Kalimantan Timur AKBP Halomoan Tampubolon, dalam keterangan resmi di kantornya, Jalan Rapak Indah, Samarinda Kamis (7/12/2017).

Meski barang bukti sabu tak banyak yakni 0,23 gram, tapi plastik pembungkus sabu yang disita petugas sangat banyak.

Barang bukti yang disita BNN Kaltim dari para pengedar narkotika. (foto: merdeka.com)

“Dia (Arsyad) ini jadi sentral peredaran narkoba. Masyarakat di perairan Muara Kembang, kalau perlu sabu, arahnya ke Arsyad,” imbuhnya.

Selain MA, BNN juga meringkus temannya, IP (26) yang diduga turut membantu menjalankan bisnis haram tersebut.

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda