Proses Lelang Proyek Bendungan Ibu Kota Baru Tetap Jalan

Lelang proyek pembangunan bendungan di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, untuk memenuhi kebutuhan air bersih sebagai persiapan pemindahan ibu kota negara Indonesia terus berjalan.

Hanya saja, pelaksanaan pembebasan lahan lokasi proyek pembangunan bendungan itu ditunda selama pandemi COVID-19.

“Proses lelang proyek bendungan di wilayah ibu kota baru terus berjalan di LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” kata Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Kabupaten PPU, Nicko Herlambang ketika ditemui di Penajam, Selasa.

Pembebasan lahan tersebut dalam jadwal dilaksanakan pada Maret dan April 2020, tapi ditunda sampai waktu yang belum ditentukan.

“Badan Pertanahan Nasional pusat menginstruksikan seluruh kegiatan lapangan ditunda selama ada virus corona. Pembebasan lahan sulit dilakukan karena tidak boleh mengumpulkan warga saat pandemi COVID-19, karena sekali pertemuan bisa sampai 300 orang,” jelas Nicko.

Pelaksanaan pembebasan lahan lokasi proyek pembangunan Bendungan Sepaku-Semoi tersebut, juga tidak mungkin dilakukan secara bertahap.

Dijelaskan, anggarannya bersumber dari APBN.

Luas lokasi pembangunan bendungan di Desa Tengin Baru, Argomulyo, serta Desa Sukomulyo tersebut mencapai sekitar 378 hektare, terdiri dari 36 hektare untuk tubuh bendungan dan luas genangan sekitar 342 hektare.

Bendungan yang akan dibangun di wilayah Kecamatan Sepaku itu memiliki daya tampung sekitar 11,6 juta meter kubik dengan debit 2.400 liter per detik.

Nicko berharap pandemi COVID-19 cepat selesai, karena penandatanganan kontrak pembangunan fisik bendungan dengan pihak ketiga akan dilakukan setelah 640 bidang tanah sebagai lokasi pembangunan sudah dibebaskan. 348

Sumber: Kantor Berita Antara

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda