PT Hiqmah Kebut Peningkatan Jalan Batas Kubar – Simpang RTC

Peningkatan badan jalan mulai batas Kabupaten Kutai Barat ke Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) terus dikebut agar masyarakat segera bisa memanfaatkan jalan ini mengingat lalu lintas sungai terhambat akibat debit air mengecil di musim kemarau ini.

“Untuk penyiapan badan jalan, saat ini terlaksana sekitar 10 kilometer yang sudah terbuka. Kemudian dari batas Kutai Barat ke RTC dengan panjang 22,45 km sedang dikerjakan,” ujar Abdul, dari PT Hiqmah, kontraktor yang mengerjakan peningkatan jalan poros tersebut, di Ujoh Bilang, Senin (29/07/2019) .

Hal itu ia katakan ketika menerima kedatangan Wakil Bupati Mahulu Y Juan Jenau bersama rombongan yang melakukan pengecekan kondisi jalan Kutai Barat – Mahulu.

Menurut Abdul, hingga kini belum ada gangguan berarti dalam pengerjaan karena cuaca masih mendukung.

“Semoga cuaca bagus, tidak hujan, supaya proses pengerjaan batu jalan di kilometer 15 dari batas Kutai Barat ini lancar dan langsung bisa dimanfaatkan untuk lalu lintas angkutan orang dan barang, sehingga bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat bisa terangkut dengan aman,” katanya.

Abdul melanjutkan, untuk proyek peningkatan jalan sepanjang 22,45 km yang terlaksana terbagi menjadi empat segmen, yakni galian biasa, galian batu, timbunan dengan target galian batu 500 meter dan untuk timbunan 500 meter.

Selain itu, galian biasa di tiga titik yang totalnya menjadi 800 meter.

DIPANTAU WABUP

Tiga hari sebelumnya, saat Wabup Mahulu beserta rombongan memantau kondisi jalan tersebut.

Ia minta kepada kontraktor agar dapat menuntaskan pekerjaan jalan sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan agar pengangkutan bahan kebutuhan pokok masyarakat bisa lancar.

“Kondisi kemarau seperti sekarang kita kesulitan. Hal ini terjadi karena kapal tidak sampai ke Ujoh Bilang akibat air sungai mengecil, salah satu alternatif yang bisa dilakukan adalah mempercepat akses jalan darat,” tutur Juan.

Akses jalan darat Kutai Barat ke Mahulu, lanjut Juan, bukan hanya digunakan oleh penduduk Mahulu, tapi juga oleh penduduk lain, yakni masyarakat Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, yang posisinya sama dengan Mahulu, yakni sama-sama di perbatasan dengan Malaysia.  (ant)

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *