Rahasia-rahasia di Seputar Ibu Kota Baru, Tak Hanya Pemerintah Tapi Juga Pihak Ini

Pemerintah Pusat sejauh ini masih merahasiakan lokasi ibu kota baru pengganti Jakarta.

Meski Presiden Joko Widodo telah memastikan memilih Pulau Kalimantan, namun belum menyebut dimana persisnya.

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil memang sempat keceplosan menyebut Kalimantan Timur.

Hanya saja, pernyataannya itu buru-buru ia koreksi tak sampai 24 jam kemudian usai Presiden menegaskan belum memilih apa pun lantaran masih menunggu kajian.

Dalam penjelasan terbarunya, Sofyan Djalil menyebut rencana pemindahan ibu kota negara ke Kaltim masih menjadi alternatif.

“(Kaltim) itu alternatifnya, antara lain. Itu saya koreksi. Salah satu alternatif. Tunggu saja, ada beberapa studi yang dikerjakan Bappenas nanti presiden akan umumkan,” jelasnya di kantor pusat BPK, Jakarta, Jumat (23/08/2019).

Beberapa pekan lalu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono nyaris saja keceplosan saat menyinggung topik yang sama.

Ia sempat memberikan sebuah petunjuk dalam memperjelas lokasi pasti ibu kota baru yaitu berada di dekat kawasan pertambangan.

Hal itu tidak sengaja dikatakannya ketika Dialog Nasional ke-3 terkait Pemindahan Ibu kota Negara yang berlangsung di Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis  01 Agustus 2019.

“Yang perlu diperhatikan adalah rencana kualitas airnya, karena di sana banyak tambang-tambang. Lokasinya kira-kira, oh nanti kok saya malah ngomong,” kata Basuki.

 “Belum, belum. Belum, nanti diumumkan presiden ya,” sambungnya.

PENGEMBANG BESAR

Nah, soal ‘main rahasia-rahasiaan’ di seputar ihwal perpindahan ibu kota juga menular ke pihak swasta.

Kabarnya, para pengembang kakap diam-diam sudah memiliki stok lahan di Kaltim terutama di Balikpapan dan Samarinda.

Ketua DPD Realestate Indonesia (REI) Kaltim, Bagus Susatyo mengatakan para pengembang besar sudah menyiapkan jauh-jauh hari sebelum ada rencana pemindahan ibu kota.

Ia bilang Sinarmas Land punya cadangan lahan sampai 200 hektar di Balikpapan, dan jumlah yang sama di Samarinda.

Begitu pula Agung Podomoro yang memiliki lahan hektaran di kedua kota ini.

Sedangkan Ciputra punya kerja sama operasi di Balikpapan dan Samarinda.

Selain itu, ada pengembang lain yang punya cadangan lahan di Kaltim.

“Itu sudah sejak 10 tahun lalu,” kata Bagus kepada CNBC Indonesia, Kamis (22/08/2019).

Terpisah, Direktur PT Ciputra Development Tbk, Tulus Santoso Brotosiswojo mengakui perseroan memang punya banyak proyek di dua kota di Kaltim, di Balikpapan dan Samarinda.

“Iya itu memang proyek pengembangan oleh CTRA tapi under KSO (Kerja Sama Operasi) artinya land bank tersebut milik partner lokal kita,” katanya.

Sementara itu, Direktur Sinar Mas Land Ignesjz Kemalawarta, tak mau menjawab saat dikonfirmasi.

Ia bilang masalah stok lahan perseroan di Kaltim “masih rahasia”.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) F. Justini Omas bahkan tak merespons saat dikonfirmasi.

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda