Ramadhan, Pj Walikota Anggap Sembako Naik Rp15 Ribu Masih Wajar

Saat Ramadhan tiba, daya beli masyarakat selalu meningkat.

Imbasnya, harga menjadi naik lantaran tingginya permintaan.

Kenaikan sekecil apapun tentu akan memberatkan rakyat kecil.

Hanya saja, Penjabat Walikota Samarinda, Zairin Zain masih bisa memaklumi kenaikan di bulan suci ini, namun dengan kisaran harga yang wajar menurut pandangannya.

“Saya harapkan selama Ramadan tidak ada kenaikan yang signifikan. Kalau naiknya antara Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu, saya kira masih di batas yang wajar. Karena yang seperti itu selalu terjadi,” ujar Zairin.

Ia mengatakan hal itu saat rapat koordinasi bersama unsur pimpinan daerah di Kota Tepian membahas kesiapan distribusi sembako selama Ramadhan.

Rapat digelar di Rumah Jabatan Walikota, Selasa (15/5/2018).

Zairin menjelaskan, naiknya biaya transportasi mempengaruhi harga barang.

Terlebih sembako yang didatangkan dari Sulawesi dan Jawa.

“Kami harapkan, kenaikan maksimalnya seperti ayam dan kebutuhan sejenisnya Rp 15 ribu. Menjelang Idul Fitri, yang bisa melonjak itu harga bawang merah, bawang putih, dan lombok. Ini yang kami khawatirkan,” ujarnya.

Sementara itu, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Segiri terpantau masih relatif stabil.

Contohnya ayam potong dibanderol Rp30 ribu per ekor.

Cabai tiung Rp 33 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang di pasar sentral terbesar di Kota Samarinda ini mengaku, harga jual akan menyesuaikan dengan patokan dari distributor.

“Kita ambil dari sananya juga tidak terlalu tinggi,” kata Yani, salah seorang penjual ayam potong.

Begitu pula dengan komoditi bawang merah dan putih yang April lalu terpantau cukup tinggi, kini harganya terus menurun.

Rustika, penjual bawang menuturkan, harga bawang putih Rp28 ribu per kg, sedangkan bawang merah Rp35 ribu per kg.

“Stoknya ada,” ujarnya.

Sekadar informasi, bawang merah awal April 2018 sempat menyentuh harga Rp45.000. Harga bawang merah terus ditekan hingga Rp38.000.

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *